Sebab, persoalan MBG tidak sesederhana memberikan bintang satu sampai lima kepada dapur penyedia makanan. Program dengan anggaran publik yang besar dan menyangkut makanan anak-anak juga bersinggungan dengan keamanan pangan, kualitas gizi, kepatuhan penyedia, potensi konflik kepentingan, serta pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara.
“Dalam program bernilai anggaran sangat besar dan menyangkut keselamatan anak, yang dibutuhkan bukan sekadar tombol bintang, tapi sistem pengaduan independen, audit berkala, keterlacakan bahan pangan, dan pertanggungjawaban nyata ketika terjadi pelanggaran,” ujar anggota MBG Watch tersebut, Selasa, 22 September 2026.
Menurut Agus, aplikasi rating baru akan punya arti jika setiap keluhan yang masuk benar-benar ditindaklanjuti BGN sebagai lembaga pelaksana. Pemerintah juga perlu membuka hasil penilaian kepada publik serta memastikan ada sanksi bagi penyedia yang terus-menerus mendapatkan penilaian buruk.
Sanksi tersebut, menurut Agus, semestinya dapat berujung pada pemutusan kontrak apabila penyedia berulang kali bermasalah. Kalau tidak, aplikasi rating berpotensi berubah menjadi semacam kotak saran digital yang rajin menampung keluhan, tetapi malas memberikan jawaban.
“BGN tak boleh menjadikan rating sebagai tameng partisipasi publik, sementara keputusan hingga hasil inspeksi tetap tertutup,” katanya.
Agus juga menyoroti beban tambahan yang berpotensi dipikul sekolah dan guru. Menurut dia, menjadikan sekolah sebagai pihak yang harus menilai menu dan pelayanan MBG merupakan pendekatan yang keliru apabila tidak dibarengi perlindungan bagi mereka yang memberikan kritik.
Terlebih jika guru atau sekolah harus khawatir penilaian buruk akan memengaruhi hubungan mereka dengan pengelola program.
“Juga jaminan bahwa kritik tidak berdampak pada hubungan sekolah dengan pengelola program,” ucapnya.
Pada akhirnya, persoalan aplikasi rating MBG bukan sekadar soal apakah sekolah diberi tombol bintang atau tidak. Pertanyaan yang lebih penting justru sederhana, setelah bintangnya diberikan, siapa yang memastikan masalahnya dibereskan?
Kalau ujungnya cuma lima bintang, laporan masuk, lalu semuanya kembali tidur di server, pemerintah sebenarnya tidak sedang membangun sistem pengawasan. Pemerintah cuma sedang membuat versi digital dari kotak saran yang sejak zaman dahulu terkenal karena satu hal, sering dibaca, tetapi belum tentu ditindaklanjuti.