SEMERAKNEWS.CO.ID – Beras fortifikasi tetap perlu dicuci sebelum dimasak, tetapi caranya tidak boleh sembarangan. Pakar Gizi Universitas Andalas Dr Syahrial, SKM, M.Biomed menyarankan beras cukup diberi air, dibolak-balik perlahan, lalu air cucian dibuang. Pencucian satu kali dinilai cukup untuk membantu mempertahankan vitamin yang ditambahkan.
Dr. Syahrial menegaskan beras tidak perlu diremas dan tidak perlu dicuci berulang kali. “Cara mencuci beras yang benar itu seperti apa? Tidak diremas, tapi dituang air, kemudian dibolak-balik seperti itu aja, kemudian airnya dibuang. Satu kali saja cukup untuk mempertahankan komponen vitamin tadi itu,” jelasnya.
BACA JUGA:9 Ucapan Ini Diam-Diam Mengungkap Anak Tumbuh di Keluarga Penuh Kasih Sayang
Penjelasan tersebut berkaitan dengan tujuan fortifikasi, yakni menambahkan zat gizi mikro ke dalam beras. Dalam artikel detikHealth yang terbit Sabtu, 19 Sep 2026 dan ditulis Mhd. Aldrian, S.Gz, disebutkan ada lima komponen yang ditambahkan: vitamin B1, vitamin B12, asam folat, zat besi, dan zinc.
Dari kelima komponen itu, vitamin lebih perlu diperhatikan selama pencucian dan pemasakan. Vitamin B1, vitamin B12, serta asam folat dapat berkurang konsentrasinya ketika beras diolah menjadi nasi. Beras yang bersentuhan langsung dengan air, lalu dicuci berulang kali atau diremas, berpotensi mengalami pengurangan vitamin tambahan.
Mineral seperti zat besi dan zinc disebut relatif lebih stabil. Sifatnya lebih tahan terhadap pengolahan karena terikat kuat. Namun, pernyataan ini tidak berarti seluruh zat gizi pasti bertahan dalam jumlah yang sama setelah dimasak.
Syahrial juga menyebut vitamin dapat berkurang akibat pemanasan saat beras dimasak. Besarnya perubahan itu masih perlu dibuktikan melalui penelitian ilmiah yang membandingkan kandungan sebelum dan sesudah pemasakan. Karena itu, artikel sumber tidak memberikan angka pasti mengenai kehilangan nutrisi.
BACA JUGA:TikTok Ikuti Jejak Facebook, Pengguna Indonesia Tertarik Layanan Tanpa Iklan
Beras fortifikasi dapat menjadi salah satu sumber tambahan zat gizi mikro dalam pola makan sehari-hari. Kebutuhan vitamin dan mineral tidak cukup dipenuhi hanya dari satu jenis pangan. Sumber nutrisi perlu beragam, termasuk buah dan sayuran. Pola makan seimbang tetap perlu diperhatikan bersama pilihan pangan lain. Informasi ini bersifat umum; kebutuhan tiap orang dapat berbeda dan konsultasi dengan tenaga medis tetap diperlukan bila membutuhkan saran gizi personal.