“Akibat respons fisik terhadap paparan cuaca dan kelelahan,” ujarnya.
Tim kesehatan yang berada di lapangan kemudian memberikan pertolongan darurat berupa kompres dingin, resusitasi cairan melalui infus, serta terapi oksigen. Setelah itu, Vanreko dibawa ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma.
“Setibanya di sana, tim dokter spesialis langsung menangani secara komprehensif, meliputi observasi hemodinamik ketat, evaluasi fungsi organ, serta stabilisasi bantuan pernapasan,” kata Iman.
Observasi terhadap kondisi korban dilakukan secara berkelanjutan hingga Jumat pukul 19.00. Saat itu, Iman mengatakan kondisi Vanreko sempat membaik.
“Pasien sempat sadar kembali, menunjukkan respons refleks spontan, serta memiliki tanda-tanda vital yang stabil,” ucapnya.
Namun keadaan berubah beberapa jam kemudian. Pada Sabtu sekitar pukul 04.30, korban disebut mengalami kejang berulang yang kemudian diikuti penurunan kesadaran.
“Kondisi ini merupakan komplikasi sistemik dari heatstroke yang memengaruhi fungsi organ vital,” kata Iman.
Tim medis kemudian memutuskan merujuk Vanreko ke RSPAD Gatot Subroto untuk mendapatkan penanganan tingkat lanjut. Proses evakuasi dilakukan menggunakan ambulans berstandar ICU dengan fasilitas lengkap, disertai tim medis dan personel Polisi Militer TNI AU.
Vanreko tiba di IGD RSPAD pada Sabtu siang. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan CT Scan terhadap bagian kepala dan melanjutkan penanganan intensif di ruang ICU.
“Meskipun seluruh jajaran tim medis gabungan telah mengerahkan segenap upaya medis terbaik dan penanganan intensif secara maksimal, Tuhan Yang Maha Esa berkehendak lain,” ucap Iman.
Hingga berita ini ditulis, Kementerian Ekonomi Kreatif belum memberikan pernyataan resmi mengenai meninggalnya Vanreko. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi juga belum memberikan penjelasan lebih jauh mengenai kematian ASN dalam program Komcad tersebut.
“Segera saya update ya,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik KemenpanRB Bob Arfan.
Di satu sisi, pihak rumah sakit menyatakan seluruh pertolongan medis telah diberikan secara maksimal. Di sisi lain, cerita dari kerabat dan rekan korban mengenai demam, mimisan, kondisi fisik yang menurun, hingga dugaan dehidrasi berat membuat kematian peserta Komcad ini menyisakan pertanyaan yang belum seluruhnya terjawab.