JAKARTA, Semaraknews.co.id — Satu peserta Komponen Cadangan atau Komcad dari unsur aparatur sipil negara meninggal dunia setelah mengikuti rangkaian pelatihan dasar militer. Korban bernama Vanreko Varkas Bagaskara, pegawai negeri di Kementerian Ekonomi dan Kreatif yang menjadi siswa Komcad ASN gelombang kedua di Pusat Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI Angkatan Darat.
Vanreko mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, pada Sabtu, 26 September 2026. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur, pada Ahad siang.
Kabar meninggalnya Vanreko menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai kondisi kesehatan peserta selama mengikuti latihan. Sejumlah kerabat yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan korban sempat mengalami mimisan dan demam tinggi ketika menjalani rangkaian pelatihan Komcad.
Keluhan kesehatan itu disebut berlangsung selama beberapa hari. Di tengah jadwal latihan militer, kondisi fisik korban justru dikabarkan terus menurun.
Sumber yang mengetahui kondisi di lokasi pelatihan mengatakan peserta harus menjalani latihan di bawah terik matahari. Bukan cuma panas-panasan, peserta juga diwajibkan membawa perlengkapan latihan seperti helm dan rompi yang bobotnya lebih dari 1 kilogram.
Ketika mengalami keluhan kesehatan, Vanreko disebut hanya mendapatkan obat penurun demam tanpa penanganan medis yang lebih intensif. Kondisinya kemudian memburuk hingga korban kolaps di kawasan taxiway Lanud Halim Perdanakusuma.
BACA JUGA:Makam Fatmawati Jadi Tujuan Terakhir Guruh Soekarnoputra
Vanreko sempat dilarikan ke Rumah Sakit RSAU dr. Esnawan Antariksa. Beberapa rekan korban kemudian mendapat kabar dari adik Vanreko bahwa kondisi mendiang semakin kritis dan harus dipindahkan ke RSPAD Gatot Subroto.
Sumber tersebut menyebut Vanreko mengalami dehidrasi berat, terindikasi infeksi paru, dan heatstroke. Sejumlah rekan korban kini masih menunggu penjelasan resmi dari tim kesehatan yang menangani Vanreko sebelum meninggal dunia.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait meminta pihak rumah sakit memberikan penjelasan mengenai meninggalnya peserta Komcad tersebut. “Nanti akan ditanggapi tim kesehatan dari RS Esnawan,” katanya kepada Tempo pada Ahad, 27 September 2026.
Kepala Rumah Sakit RSAU dr. Esnawan Antariksa, Kolonel Kesehatan Iman Fathurrohman, memberikan versi berbeda mengenai penanganan korban. Ia mengatakan Vanreko telah mendapatkan pertolongan medis secara maksimal, responsif, dan terpadu dari tim kesehatan Pusdikkes sejak muncul gejala awal hingga menjalani perawatan intensif di ICU.
Menurut Iman, keluhan kesehatan pertama muncul pada Jumat pagi, 25 September 2026. Saat itu Vanreko baru menyelesaikan sesi pertama penutupan kegiatan latihan dasar militer.
“Saat hendak memasuki sesi latihan kedua, almarhum mengeluhkan pandangan gelap serta pusing, lalu kehilangan kesadaran,” kata Iman pada Ahad, 27 September 2026.
BACA JUGA:71 Korban KM Virgo Masih Hilang, 64 Tewas, Tim SAR Belum Mau Menyerah
Hasil pemeriksaan awal, menurut Iman, menunjukkan korban mengalami hipotensi sekaligus peningkatan suhu tubuh. Kondisi tersebut disebut mengarah pada serangan heatstroke.