Kepala Sekolah Kini Bisa Kasih Bintang ke Dapur MBG, BGN Bikin Sistem Aduan ala Ojol

Minggu 27-09-2026,09:45 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rupanya sebentar lagi punya mekanisme penilaian sendiri. Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan rating langsung terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sekolah mereka.

Jadi, kalau nasi datang telat, menu bikin dahi berkerut, atau pelayanan dapur dianggap amburadul, kepala sekolah tidak perlu cuma menyampaikan keluhan lewat grup WhatsApp. Nantinya, semua itu bisa dituangkan dalam bentuk bintang sekaligus catatan melalui aplikasi yang disiapkan BGN.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan sistem tersebut dibuat agar pemerintah mendapatkan umpan balik langsung dari sekolah mengenai pelaksanaan MBG. Penilaian itu mencakup sejumlah aspek, mulai dari kualitas makanan hingga ketepatan waktu pengiriman.

“Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah, seperti di Ojek Online, seperti di GoFood, yang kemudian Bapak-Ibu guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu,” ujar Sudaryono, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 27 September 2026.

Dengan sistem tersebut, kepala sekolah nantinya bisa memberikan penilaian berdasarkan pengalaman mereka menerima layanan dari SPPG. Sistemnya kurang lebih seperti ketika pelanggan memberikan rating setelah naik ojek atau memesan makanan secara daring.

“Apakah menunya jelek, apakah suka terlambat, apakah kemudian lain sebagainya itu bisa kemudian diberi bintang, kemudian dikasih catatan,” katanya.

BACA JUGA:Partai Nonparlemen Gebrak Meja, Minta Ambang Batas Pemilu Dipangkas Jadi 1 Persen

Sudaryono menilai mekanisme ini penting karena sekolah menjadi salah satu pihak yang bersentuhan langsung dengan pelaksanaan MBG. Sementara itu, peserta didik merupakan penerima manfaat yang harus mendapatkan makanan dengan kualitas dan pelayanan sesuai standar.

Karena itu, ia meminta kepala sekolah dan guru tidak sungkan melaporkan apabila menemukan masalah dalam pelaksanaan MBG. Kritik dari sekolah, menurut dia, justru dibutuhkan agar persoalan di lapangan bisa segera diketahui dan diperbaiki.

“Kami ingin lebih banyak mendapatkan feedback dari Bapak-Ibu kepala sekolah semua. Dan saya minta dan saya mohon kepada Bapak-Ibu kepala sekolah untuk tidak segan-segan melaporkan itu kepada kami,” tegasnya.

Sudaryono juga meminta sekolah tidak berhenti pada menegur SPPG ketika menemukan persoalan. Jika masalah tidak kunjung dibereskan, laporan dapat disampaikan langsung kepada BGN melalui saluran yang telah disediakan.

“Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC itu ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja. Nggak perlu takut,” ujarnya.

Menurut Sudaryono, BGN akan menindaklanjuti laporan yang masuk, terutama jika persoalan berkaitan dengan standar pelayanan dan keamanan pangan. Dengan begitu, keluhan dari sekolah tidak berhenti sebagai catatan yang menguap setelah rapat selesai.

BACA JUGA:Barang Mewah Berserakan di Lapas Cibinong, Kemenimipas Cari Minuman Keras hingga Simulator Golf

“Dapur itu memang tidak takut sama kepala sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami itu kemudian bisa terkoneksi dengan semua kepala sekolah yang ada di seluruh Indonesia,” katanya.

Kategori :