APBN 2027 Digenjot, Pemerintah Mau Ekonomi Ngebut tapi Dompet Negara Tetap Dikunci

Senin 05-10-2026,08:20 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

Namun, setelah bicara soal menggenjot penerimaan dan mendorong ekonomi, pemerintah tetap memasang pagar agar APBN tidak kebablasan. Juda menyebut defisit APBN 2027 akan dijaga pada level 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto.

Strategi pembiayaan pun akan lebih banyak mengandalkan sumber domestik. Langkah ini ditempuh untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembiayaan yang rentan terkena sentakan ekonomi global.

Kebijakan pembiayaan 2027 diarahkan untuk menjaga defisit dan kebutuhan pembiayaan tetap berada dalam batas aman dan berkelanjutan. Pemerintah juga menyiapkan pembiayaan utang sebagai langkah antisipatif serta menerapkan pengelolaan kas dan utang secara aktif.

Tak cuma mengandalkan utang dan penerimaan pajak, pemerintah juga ingin mengoptimalkan peran Danantara, Special Mission Vehicle, Badan Layanan Umum, dan Sovereign Wealth Fund. Akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah juga akan diperluas, sementara Saldo Anggaran Lebih akan digunakan sebagai bantalan untuk menghadapi ketidakpastian.

Juda menegaskan strategi pembiayaan akan tetap bertumpu pada sumber domestik karena dinilai lebih tahan terhadap gejolak global. Salah satu indikatornya terlihat dari kepemilikan asing atas Surat Berharga Negara yang kini jauh lebih kecil dibandingkan satu dekade lalu.

“Strategi utamanya adalah tetap fokus dominannya di pembiayaan dari domestik yang relatif tidak rentan terhadap gejolak global. Surat Berharga Negara kita sekarang ini mungkin hanya 13-14 persen yang dimiliki asing,” kata Juda.

“Sementara, 10 tahun lalu SBN kita hampir 40 persen yang dimiliki asing. Ini tentu saja bisa mengurangi kerentanan di pasar uang dan pasar valas kita,” ujarnya.

Kategori :