Museum NTB Hadir di MotoGP Mandalika 2026 dengan 21 Koleksi Artefak Budaya dari Sekardiu Hingga Tenun

Kamis 08-10-2026,17:13 WIB
Reporter : Tyo Sulistio
Editor : Tyo Sulistio

SEMARAKNEWS.CO.ID - MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya menghadirkan balap motor. Museum NTB akan membuka pameran 21 artefak budaya untuk mengenalkan warisan Nusa Tenggara Barat (NTB) kepada wisatawan dari berbagai daerah dan negara.

Pameran berlangsung Kamis (8/10/2026) hingga Minggu (11/10) di South Gallery lantai dua Pertamina MotoGP Experience Gallery, kawasan Sirkuit Mandalika. Koleksi dapat dilihat pukul 09.00-17.00 WITA.

BACA JUGA:Mandalika 2026 Jadi Seri ke-17, Ini Jadwal MotoGP dan Jangan Lupa Pilihan Streaming Resminya

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam menyampaikan harapan agar pengunjung MotoGP mengenal kebudayaan NTB. Menurutnya, pameran itu juga berupaya mempertemukan wisata olahraga dan wisata budaya sekaligus memperkenalkan Lombok kepada wisatawan.

Lokasi pameran berada di area pengalaman MotoGP, sehingga pengunjung balapan dapat menemukan koleksi budaya di luar agenda olahraga. Museum NTB menempatkan warisan setempat sebagai bagian dari perjumpaan antara ajang modern dan identitas daerah.

Pamong Budaya Madya Museum NTB, Bunyamin, mengatakan Sekardiu menjadi salah satu koleksi utama. Hewan mitologi tersebut dinilai berkaitan dengan MotoGP karena menyimbolkan kecepatan, energi, dan konektivitas.

BACA JUGA:Rusia Diguncang Wabah Misterius Setelah Insiden Laboratorium,197 Orang Masuk Pengawasan

Total koleksi terdiri atas naskah kuno Jayengrana, wayang Sekardiu dan Jayengrana, enam lukisan, dua pasang Sekardiu, empat cale atau alat pemotong buah pinang berbentuk kuda, serta empat kain tenun. Rincian tersebut mencakup ragam koleksi tertulis, visual, perlengkapan tradisional, dan wastra.

Sekardiu digambarkan berkepala kuda dan singa, bertubuh kuda, dengan ekor naga. Dalam cerita wayang Sasak, hewan ini merupakan kendaraan Jayengrana yang dikenal memiliki kecepatan luar biasa.

Tokoh mitologi itu kemudian berkembang menjadi Jaran Kamput, seni tradisi masyarakat Sasak. Jaran Kamput masih dipakai dalam sejumlah upacara adat, termasuk menghibur anak yang akan disunat dan mengarak pengantin.

BACA JUGA:Motor Listrik Nasional Mau 100 Ribu Unit Setahun, Jangan-Jangan Nasionalnya Cuma Nama

Nuralam berharap pengunjung memahami kaitan koleksi etnografi tersebut dengan ajang olahraga modern. Pameran tahun ini berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya yang lebih banyak menampilkan wastra serta koleksi terkait Gunung Samalas Rinjani dan Gunung Tambora. Kali ini, Museum NTB memilih koleksi etnografi yang dikaitkan dengan MotoGP untuk mempertemukan warisan budaya NTB dengan olahraga modern.

Kategori :