Motor Listrik Nasional Mau 100 Ribu Unit Setahun, Jangan-Jangan Nasionalnya Cuma Nama

Motor Listrik Nasional Mau 100 Ribu Unit Setahun, Jangan-Jangan Nasionalnya Cuma Nama

Pemerintah menargetkan produksi motor listrik nasional 100 ribu unit per tahun dengan investasi Rp2,6 triliun dan TKDN hingga 80 persen.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Pemerintah memasang target produksi sepeda motor listrik nasional hingga 100 ribu unit per tahun. Target tersebut terdengar cukup ambisius, apalagi proyeknya membawa embel-embel “nasional”. Tinggal satu pertanyaan yang agak mengganggu, seberapa nasional sebenarnya motor listrik yang dimaksud?

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Setia Diarta mengatakan kapasitas produksi 100 ribu unit per tahun sebenarnya sudah masuk dalam kerja sama yang tengah disiapkan. Proyek tersebut ditopang total investasi Rp2,6 triliun dan pemerintah menugaskannya kepada PT LEN Industri (Persero).

“Jadi, memang ada proses manufaktur yang dilakukan di sini dan beberapa industri terlibat,” kata Setia dalam rapat bersama Komisi VII DPR, Rabu, 9 September 2026.

Namun, angka produksi besar tentu belum otomatis membuat sebuah produk pantas disebut nasional. Sebab, kalau cuma merakit banyak-banyak lalu komponen pentingnya masih bergantung dari luar negeri, label nasional bisa saja sekadar jadi tempelan yang terdengar gagah.

Karena itu, pemerintah menjadikan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN sebagai salah satu penentu penting dalam proyek kendaraan listrik. Roadmap yang ditetapkan pemerintah mengharuskan TKDN kendaraan listrik berbasis baterai mencapai sedikitnya 40 persen pada 2026.

Persentase tersebut kemudian dinaikkan menjadi 60 persen pada periode 2027-2029. Memasuki 2030, kandungan dalam negeri kendaraan listrik ditargetkan mencapai minimal 80 persen.

BACA JUGA:EIGER Nature Perkuat Konservasi Puncak dengan 120 Ribu Pohon dan Konsep 7E di Puncak Bogor

Setia mengatakan kebijakan TKDN dirancang agar investasi kendaraan listrik yang masuk ke Indonesia tidak berhenti menjadikan Indonesia sebagai pasar. Pemerintah ingin investasi tersebut mendorong Indonesia menjadi basis produksi sekaligus memperkuat industri dalam negeri.

Karena itu, kandungan lokal terus didorong naik. Pemerintah juga ingin proses hilirisasi baterai berlangsung di dalam negeri sehingga manfaat ekonominya tidak berhenti pada aktivitas penjualan kendaraan.

“Ini akan menjadi nilai tambah bagi industri dalam negeri,” tuturnya.

Rencana proyek sepeda motor listrik nasional sendiri sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 17 Juli 2026. Beberapa hari kemudian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa proyek tersebut tidak semata-mata berbicara soal kemampuan memproduksi sepeda motor.

Menurut Prasetyo, proyek motor listrik nasional juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak berbasis fosil. Ia menyebut sepeda motor listrik dalam proyek tersebut merupakan produk buatan anak bangsa.

Tetapi lagi-lagi, istilah “buatan anak bangsa” punya pekerjaan rumah yang tidak kecil. Ketua Bidang Pengembangan dan Penelitian Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia Prabowo Kartoleksono menilai sebuah sepeda motor baru layak disebut nasional jika benar-benar menghasilkan nilai tambah bagi Indonesia.

BACA JUGA:Abu Krakatau Bikin Napas Terancam, Menkes Minta Warga Ngumpet di Rumah Seminggu

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler