Ratusan Siswa di Banggai Sumsel Tumbang Usai Santap MBG
251 siswa di Banggai Sumsel keracunan usai makan bergizi gratis. 78 masih dirawat, sisanya dipulangkan. Pemerintah siapkan tenda darurat.-Foto: IG @badangizinasional.ri-
Lanjut ke Bombana, Sulawesi Tenggara (23 April 2025). Sejumlah siswa SDN 33 Kasipute mencium bau tak sedap dari kotak MBG. Dari 1.026 kotak, 53 dinyatakan tidak layak konsumsi. Beberapa siswa mengalami mual dan muntah. Kasus ini lebih ke masalah kualitas bahan dan higienitas, bukan sekadar salah olah.
3. Agustus: Palu dan Sumbawa Beruntun
Memasuki 27 Agustus 2025, giliran siswa di Palu (MTs Sis Aldjufri dan SMK Bina Potensi) yang diduga keracunan. Penyebabnya: ikan yang terkontaminasi, ditambah dapur yang kurang higienis dan penjamah makanan belum bersertifikat.
Tidak lama berselang, 17 Agustus 2025, ratusan siswa di Sumbawa, NTB juga tumbang setelah menyantap menu MBG. Gejalanya klasik: mual, muntah, mencret, hingga harus dirawat di puskesmas.
BACA JUGA:Erick Thohir Dilantik Jadi Menpora, Kursi Menteri BUMN Kosong Usai Perombakan Kabinet Prabowo
4. September: OKI, Garut, dan Banggai
Bulan September 2025 benar-benar jadi “bulan hitam” MBG.
- 3 September 2025, OKI Sumatera Selatan: 80 siswa SDN 5 dan SMPN 1 Pedamaran sakit perut massal.
- 17 September 2025, Garut Jawa Barat: sekitar 150 pelajar keracunan, 14 orang harus dirawat intensif.
- 17 September 2025, Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah: kasus terbesar. Sebanyak 251 siswa dilarikan ke RSUD Trikora Salakan, 78 di antaranya harus dirawat serius. Dugaan kuat penyebabnya adalah ikan cakalang yang sudah tidak layak konsumsi.
Dari semua kasus, benang merahnya adalah masalah standar makanan. Mulai dari bahan ikan yang basi, dapur yang tidak higienis, distribusi yang terlalu lama, sampai penjamah makanan yang tidak berlisensi. Semua ini menunjukkan rantai produksi MBG masih bocor di banyak titik.
BACA JUGA:Tebus Murah Burger Bangor: Semua Varian Burger Mulai Rp 20.000an Aja, Ada Nasi dan Burger
Kalau ditotal, sepanjang 2025 ribuan siswa di berbagai daerah sudah terdampak keracunan MBG, dengan ratusan di antaranya harus dirawat intensif. Kasusnya tersebar dari timur sampai barat: Sumba Timur, Bombana, Palu, Sumbawa, OKI, Garut, hingga Banggai.
Artinya, program unggulan Presiden ini masih punya PR besar. MBG memang niatnya mulia, tapi kalau dapur dan rantai pasokannya amburadul, yang gratis malah bisa jadi malapetaka.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-