Rahasia Ayah Antarkan Anak Sekolah, Ternyata Ini Dampaknya bagi Mental Anak Saat di Sekolah

Rahasia Ayah Antarkan Anak Sekolah, Ternyata Ini Dampaknya bagi Mental Anak Saat di Sekolah

Program GEMAS BKKBN dorong ayah antarkan anak di hari pertama sekolah.-smpn9jakarta-smpn9jakarta

SEMARAKNEWS.CO.ID - Program GEMAS BKKBN yang diinisiasi Kementerian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional kini menjadi sorotan positif masyarakat.

Gerakan ini secara khusus mendorong kehadiran figur paternal di hari pertama sekolah, sebuah momen yang selama ini sering kali didominasi sepenuhnya oleh peran ibu. Kehadiran ayah ternyata memberikan dampak psikologis yang sangat mendalam bagi kesiapan mental dan emosional siswa baru.

Menurut Kurniawan, wali murid di SLB Negeri 02 Jakarta yang hadir pada Senin, 13 Juli 2026, peran ayah dalam pengasuhan memiliki karakter unik yang saling melengkapi dengan ibu.

BACA JUGA:Rahasia Pesantren Model Baru Banjir Santri di Era Disrupsi Akhirnya Terbongkar, Kiai Wajib Tahu!

Jika ibu cenderung memberikan kasih sayang dan kenyamanan emosional, ayah justru berperan vital dalam membangun pola asuh anak disiplin serta rasa tanggung jawab. Sinergi harmonis kedua karakter pengasuhan ini menciptakan fondasi perkembangan anak yang jauh lebih seimbang, tangguh, dan kokoh.

Bukti nyata dari penerapan filosofi ini terlihat jelas pada putri Kurniawan yang merupakan anak berkebutuhan khusus. Berkat konsistensi dan keteladanan orang tua, sang anak telah terlatih melakukan berbagai rutinitas harian secara mandiri.

Mulai dari bangun pagi, beribadah, hingga menyiapkan perlengkapan belajar sendiri. Hal ini membuktikan bahwa kemandirian anak sejak dini sangat mungkin dicapai, asalkan ada keterlibatan aktif dan konsisten dari kedua orang tua tanpa terkecuali.

BACA JUGA:Viral di Media Sosial, Isi Perpres yang Sebut Budaya LGBTQ Ancaman Nyata, Ini Fakta di Baliknya

Di tengah gempuran tantangan era digital, di mana paparan gawai dan media sosial pada anak sulit dihindari, kehadiran figur ayah menjadi benteng pertahanan utama. Ayah memiliki peran strategis untuk mengarahkan manajemen waktu dan membatasi akses teknologi yang tidak sehat di rumah.

Inilah alasan mendasar mengapa gerakan ayah mengantar anak bukan sekadar seremoni belaka, melainkan langkah preventif krusial untuk menjaga kesehatan mental generasi penerus bangsa.

Manfaat utama keterlibatan ayah dalam pendidikan dan pengasuhan anak meliputi:

  • Membangun rasa aman serta meningkatkan kepercayaan diri anak di lingkungan sekolah yang baru.
  • Menanamkan nilai kedisiplinan, aturan, dan batas-batas perilaku yang jelas sejak usia dini.
  • Mengurangi tingkat kecemasan atau separation anxiety anak saat berpisah dengan orang tua.

BACA JUGA:Rumah Subsidi Digenjot, Backlog Belum Tumbang! Ara Ajak Warga Borong FLPP Sebelum Harga Melesat

Kurniawan berharap inisiatif ini menjadi pengingat bagi para bapak di seluruh Indonesia untuk mengoptimalkan peran ayah dalam pengasuhan. Ia menegaskan agar tidak lagi menyerahkan seluruh beban mendidik hanya kepada ibu. Partisipasi langsung ayah adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai untuk mencetak generasi yang tangguh dan berkarakter kuat.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya