Kronologis Prajurit Marinir Gugur Saat Penerjunan di Teluk Jakarta, TNI AL Buka Suara!

Kronologis Prajurit Marinir Gugur Saat Penerjunan di Teluk Jakarta, TNI AL Buka Suara!

Terjun Payung TNI-ilustrasi-berbagai sumber

SEMARAKNEWS.CO.ID - Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Seorang prajurit terbaik dari Korps Marinir, Praka (Mar) Zaenal Mutaqim, gugur saat menjalankan tugas penerjunan dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI di Perairan Teluk Jakarta.

Berita ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, usai upacara besar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Kronologi Insiden Penerjunan

Tunggul menjelaskan bahwa Praka Zaenal Mutaqim merupakan bagian dari Detasemen Intai Para Amfibi 1 (Den Ipam 1) Korps Marinir, pasukan khusus TNI AL yang dikenal memiliki kemampuan luar biasa di darat, laut, maupun udara.

BACA JUGA:Rommy Sentil Menkum: Jangan Main Politik di Partai Orang

Insiden terjadi saat pelaksanaan Rubber Duck Operations (RDO) dalam acara Presidential Inspection yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.

“Prajurit kami mengalami kecelakaan saat processing opening parachute. Parasut tetap mengembang hingga mendarat di air. Tim pengaman di laut langsung bergerak melakukan evakuasi menggunakan sea rider dan membawa prajurit menuju posko kesehatan Kolinlamil,” jelas Tunggul.

Perawatan Intensif Hingga RSPAD Gatot Subroto

Setelah dievakuasi, Praka Zaenal Mutaqim dibawa ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Saat evakuasi dilakukan, sang prajurit masih dalam kondisi sadar.

Ia sempat mendapat penanganan medis intensif oleh tim dokter militer.

Namun, setelah menjalani perawatan selama dua hari penuh, kondisinya memburuk. Pada Sabtu, 4 Oktober 2025 pukul 03.01 WIB, tim medis menyatakan bahwa nyawanya tidak tertolong.

“Dengan penuh rasa duka cita, kami menyampaikan bahwa Praka (Mar) Zaenal Mutaqim, personel Den Ipam 1 Korps Marinir, gugur saat menjalankan tugas mulia. Beliau adalah salah satu prajurit terbaik TNI Angkatan Laut,” ungkap Laksamana Pertama Tunggul.

BACA JUGA:Jepang Butuh 40.000 Tenaga Kerja Indonesia, Gaji Menggiurkan hingga Rp 55 Juta per Bulan

Duka Mendalam bagi TNI AL

Kehilangan prajurit dalam misi tugas tentu menjadi luka mendalam bagi keluarga besar TNI AL. Apalagi, insiden ini terjadi dalam momen penting perayaan HUT TNI yang seharusnya penuh kebanggaan.

Meski demikian, pihak TNI AL menegaskan bahwa seluruh prosedur penerjunan telah mengikuti standar keamanan. Insiden yang menimpa Praka Zaenal Mutaqim disebut sebagai risiko yang memang melekat dalam tugas prajurit.

Warisan Semangat Juang

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya