Pemerintah Siapkan Penerapan Bahan Bakar B50 Mulai Semester II 2026, Era Baru Energi Hijau Akan Dimulai

Pemerintah Siapkan Penerapan Bahan Bakar B50 Mulai Semester II 2026, Era Baru Energi Hijau Akan Dimulai

Setengah Solar, Setengah Sawit! Pemerintah Luncurkan B50 Tahun Depan---Freepik

Kondisi tersebut membuat implementasi B50 secara nasional belum efisien secara ekonomi.

“Dengan harga CPO yang masih tinggi dan harga minyak dunia yang fluktuatif, gap biaya antara biodiesel dan solar menjadi tantangan utama bagi penerapan B50,” jelas Gan dalam laporan analisis Citi, dikutip Jumat 25 Oktober 2025.

Masalah Utama: Biaya dan Infrastruktur

Selain masalah harga, keterbatasan dana subsidi dan kesiapan infrastruktur juga menjadi faktor penghambat.

Pemerintah harus memastikan kesiapan pasokan, sistem distribusi, serta kapasitas kilang biodiesel nasional sebelum menaikkan kadar campuran dari B35 menjadi B50.

BACA JUGA:Prabowo Minta Sekolah di Indonesia Ajarkan Bahasa Portugis, Menlu Sugiono Ungkap Alasannya

Program B50, yang merupakan campuran 50 persen solar dengan 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit, awalnya dijadwalkan mulai semester II 2026.

Kebijakan ini merupakan lanjutan dari keberhasilan program B35, yang telah diterapkan sejak 2023 dan terbukti menekan impor minyak serta mengurangi emisi karbon.

Meski begitu, untuk naik ke level B50, dibutuhkan dana tambahan serta kebijakan insentif harga yang lebih adaptif agar industri tetap kompetitif.

Dampak bagi Industri Sawit dan Energi

Jika penerapan B50 benar tertunda, hal ini bisa berpengaruh terhadap permintaan domestik CPO serta target pengurangan emisi karbon nasional. Di sisi lain, penundaan tersebut memberi waktu bagi pemerintah dan pelaku industri untuk memperkuat kesiapan produksi biodiesel secara berkelanjutan.

“Pemerintah kemungkinan akan fokus menstabilkan program B35 terlebih dahulu sebelum melangkah ke B50,” tambah Gan Huan Wen.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya