Waspada! Ini 5 Ciri Kerupuk Berbahan Berbahaya Plastik dan Lilin
Kerupuk-ilustrasi-berbagai sumber
SEMARAKNEWS.CO.ID - Siapa sih yang bisa makan tanpa kerupuk?
Dari soto, pecel, sampai nasi goreng, hampir semua orang sepakat kalau sensasi kriuk kerupuk bikin makan jadi lebih nikmat.
Namun, di balik renyah dan gurihnya, tidak semua kerupuk aman untuk dikonsumsi. Beberapa produsen nakal ternyata menambahkan bahan berbahaya seperti lilin, plastik, atau boraks agar kerupuk terlihat lebih menarik dan tahan lama.
Padahal, bahan-bahan tersebut sama sekali tidak layak dikonsumsi manusia dan bisa menimbulkan berbagai penyakit serius jika dikonsumsi terus-menerus mulai dari gangguan pencernaan, iritasi tenggorokan, hingga risiko kanker.
Supaya kamu nggak salah pilih, yuk kenali 5 ciri-ciri kerupuk berbahaya berikut ini agar bisa lebih waspada sebelum membeli atau menyantapnya.
1. Warna Terlalu Cerah dan Mencolok
Kalau kamu melihat kerupuk dengan warna merah, kuning, atau oranye yang terlalu terang, sebaiknya waspada.
Warna mencolok tersebut bisa berasal dari pewarna tekstil atau zat kimia non-pangan yang sangat berbahaya bagi tubuh.
Kerupuk yang sehat biasanya berwarna tidak terlalu mencolok, cenderung lembut atau natural — misalnya krem, putih, atau merah muda pucat.
Pewarna buatan yang digunakan secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan hati, alergi, dan bahkan memicu kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
2. Terlalu Renyah dan Tidak Mudah Melempem
Salah satu daya tarik kerupuk memang kerenyahannya, tapi kalau kerupuk kamu terlalu renyah bahkan setelah lama disimpan, itu justru tanda bahaya.
Biasanya, hal ini menandakan adanya boraks atau formalin yang ditambahkan untuk membuat kerupuk tetap renyah dan tidak mudah lembek.
Padahal, kedua zat ini termasuk bahan pengawet berbahaya yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal, gangguan saraf, dan masalah pencernaan.
Kerupuk alami akan mulai melempem beberapa jam setelah terkena udara. Jadi, kalau renyahnya awet berhari-hari, lebih baik curiga dulu deh.
3. Menyebabkan Iritasi atau Rasa Gatal di Tenggorokan
Kerupuk yang aman dikonsumsi tidak akan meninggalkan rasa gatal, perih, atau panas di tenggorokan.
Jika kamu merasakan sensasi tidak nyaman setelah makan kerupuk, bisa jadi kerupuk tersebut mengandung bahan kimia seperti lilin atau plastik.
Kandungan tersebut bisa menimbulkan iritasi saluran pernapasan dan gangguan pada sistem pencernaan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Tipsnya: hentikan konsumsi jika merasa tidak nyaman, dan hindari membeli dari penjual yang tidak jelas asal produknya.
4. Teksturnya Sangat Keras dan Sulit Dihancurkan
Kerupuk berkualitas baik seharusnya mudah dihancurkan dengan tangan.
Tapi kalau kamu butuh tenaga ekstra hanya untuk mematahkannya, bisa jadi kerupuk itu mengandung bahan tambahan yang tidak aman untuk meningkatkan elastisitas atau daya tahan.
Kerupuk semacam ini biasanya juga terasa tidak alami saat dikunyah dan meninggalkan rasa aneh di mulut.
Sebaliknya, kerupuk alami terasa ringan, mudah patah, dan tidak terlalu keras saat digigit.
5. Aroma Menyengat Saat Dibakar
Salah satu cara paling mudah untuk menguji keamanan kerupuk adalah dengan membakarnya.
Jika kerupuk mengeluarkan bau plastik atau aroma lilin menyengat, hampir bisa dipastikan bahwa kerupuk tersebut mengandung bahan kimia berbahaya.
Kerupuk asli yang aman biasanya akan menghasilkan aroma seperti tepung atau minyak goreng saat dibakar, bukan bau kimia yang menusuk hidung.
Cara Memilih dan Mengonsumsi Kerupuk yang Aman
Untuk menjaga kesehatan keluarga, pastikan kamu membeli kerupuk dari produsen atau merek terpercaya.
Perhatikan juga izin edar dari BPOM atau Dinas Kesehatan setempat, dan hindari membeli kerupuk yang dijual tanpa kemasan atau label jelas.
Beberapa tips tambahan agar konsumsi kerupuk tetap aman:
-
Pilih kerupuk yang tidak terlalu berwarna mencolok.
-
Hindari kerupuk yang terlalu renyah atau keras tidak wajar.
-
Simpan kerupuk di tempat kering dan tertutup rapat agar tidak cepat rusak.
-
Batasi konsumsi — jadikan kerupuk sebagai pelengkap, bukan makanan utama.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-