Najib Burhani: Argumen Alquran Itu Rasional, Tafsir Ahmadiyah Sudah Membuktikannya Sejak Dulu

Najib Burhani: Argumen Alquran Itu Rasional, Tafsir Ahmadiyah Sudah Membuktikannya Sejak Dulu

Najib Burhani menegaskan rasionalitas Alquran yang sejalan dengan ilmu pengetahuan, menyoroti tafsir Ahmadiyah yang sejak awal berpijak pada nalar.-Foto: Dok. JAI-

TANGERANG, Semaraknews.co.id — Direktur Jenderal Saintek Kemenristekdikti RI, Prof. Ahmad Najib Burhani, menekankan pentingnya pendekatan rasional dan ilmiah dalam memahami Alquran agar ajarannya tetap relevan di tengah perkembangan pengetahuan modern. Pernyataan itu ia sampaikan dalam seminar “Sejarah Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an di Indonesia” yang digelar di Tangerang, Banten, Sabtu–Minggu, 8–9 November 2025.

Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), seminar, dan pameran terjemahan Al-Qur’an lintas bahasa yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia (PB JAI) dengan pengurus pusat Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Indonesia. Kegiatan yang diikuti oleh jemaah Ahmadiyah dan non-Ahmadiyah dari berbagai daerah se-Indonesia ini dihelat untuk memperkuat literasi Al-Qur’an di kalangan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Prof. Najib menjelaskan bahwa teks suci Alquran memuat ajaran yang universal dan mampu berdialog dengan ilmu pengetahuan. Ia menyebut corak tafsir rasional terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan sains merupakan ciri khas yang telah menarik minat kalangan intelektual sejak awal abad ke-20.

“Terjemahan dan Tafsir Aquran Muslim Ahmadiyah menciptakan rasa superioritas Islam, keyakinan argumentasi saat berhadapan dengan pemahaman Kristen, dan kesesuaian antara Islam dan ilmu pengetahuan modern,” kata Prof. Najib.

BACA JUGA:Jejak Kasus Antasari Azhar: Dari Pemburu Koruptor hingga Terjerat Kasus Pembunuhan

Selain Najib, hadir pula sejumlah narasumber seperti Prof. Kusmana (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Ahli Filologi Menachem Ali (Universitas Airlangga), dan Mln. Mochamad Sutrisna Mbsy yang membahas pentingnya tafsir Alqiran yang kontekstual dengan kemajuan zaman.

Mln. Sutrisna menegaskan tidak ada kontradiksi antar-ayat dalam Alquran dan setiap penafsiran harus selaras dengan kemajuan pengetahuan manusia.

Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran, serta pameran terjemahan Alquran ke dalam lebih dari 100 bahasa dunia, termasuk Inggris, Jepang, Korea, dan sejumlah bahasa lokal seperti Sunda dan Jawa. Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat terhadap keindahan ajaran Islam sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi tafsir di Indonesia.

Dalam sambutannya, Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, mengatakan Alquran merupakan karunia dan mukjizat terbesar Allah SWT. Ia mengatakan kitab suci itu menjadi sumber ilmu dan pedoman bagi umat manusia hingga akhir zaman.

BACA JUGA:Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Wafat, Jenazah Disalatkan di Masjid Asy Syarif

“Pendiri Jemaat Muslim Ahmadiyah bersabda: merupakan suatu keistimewaan dari Al-Qur’an Al-Karim bahwa Al-Qur’an tidak hanya meningkatkan kecerdasan dan ilmu pengetahuan seseorang ke standar yang lebih tinggi dan unggul, melainkan juga meningkatkan standar akhlak dan perilaku seseorang,” tutur Zaki.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Subdit Bina Paham Kementerian Agama RI, Dedi Slamet Riadi, yang mengapresiasi kegiatan MTQ dan seminar tersebut sebagai upaya meningkatkan literasi Alquran di kalangan masyarakat muslim Indonesia.

Rangkaian seminar, MTQ, dan pameran ini menjadi bagian dari peringatan satu abad keberadaan Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia yang mengusung tema “100 Tahun Muslim Ahmadiyah Memancarkan Islam Penuh Cinta dan Kedamaian.” Melalui kegiatan ini, para peserta diajak menafsirkan kembali pesan Alquran dalam konteks kekinian, bahwa keindahan Islam tidak hanya terletak pada teksnya, tetapi juga pada semangat dialog, ilmu pengetahuan, dan perdamaian yang dikandungnya.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya