Mesir Pamer Kereta Cepat Pertama di Afrika–Timur Tengah, Tapi Kecepatannya Masih Kalah Jauh dari Whoosh

Mesir Pamer Kereta Cepat Pertama di Afrika–Timur Tengah, Tapi Kecepatannya Masih Kalah Jauh dari Whoosh

Kereta Cepat Velaro-ilustrasi-berbagai sumber

 

Jalur ini bahkan dijuluki “Terusan Suez di rel”, menandakan betapa vitalnya bagi konektivitas dan perekonomian nasional.

 

Menteri Transportasi Kamel El-Wazir menyebut keberhasilan ini sebagai tonggak sejarah:

 

“Perjalanan perdana kereta regional Desiro dan kedatangan Velaro menandai momen penting dalam strategi modernisasi transportasi Mesir. Proyek kereta cepat ini akan mendefinisikan ulang pengalaman penumpang, mengurangi waktu tempuh, dan meningkatkan konektivitas antar kota.”

 

Sementara itu, Presiden dan CEO Siemens AG, Roland Busch, menegaskan:

 

“Kita sedang menyaksikan masa depan mobilitas Mesir mulai terbentuk. Peluncuran publik Velaro dan uji coba Desiro adalah simbol kuat dari kemajuan dan kemitraan.”

 

Sebagai komitmen jangka panjang, Siemens akan menangani pemeliharaan selama 15 tahun untuk:

 

 

Meski Mesir tengah gencar mengejar modernisasi transportasi, Indonesia masih memegang predikat sebagai negara dengan kereta cepat tercepat di Asia Tenggara melalui Whoosh yang beroperasi sejak Oktober 2023.

 

Berikut perbandingan singkat:

 

Aspek Velaro Mesir Whoosh Indonesia
Kecepatan maksimum 250 km/jam 350 km/jam
Jarak rute utama 2.000 km (jaringan penuh) 142,3 km (Jakarta–Bandung)
Waktu tempuh Bervariasi (sedang dibangun) Hanya 40 menit dari 3 jam
Lingkungan operasi Gurun, panas ekstrem, pasir Tropis, kelembapan tinggi
Teknologi Digital twin, filtrasi gurun Sistem deteksi gempa & banjir

 

Whoosh dibangun dengan teknologi tinggi dari China dalam program Belt and Road Initiative, di bawah pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Selain cepat, Whoosh menjadi kebanggaan nasional karena beroperasi dengan tenaga listrik tanpa emisi karbon langsung, mendukung target pengurangan polusi Indonesia.

 

Dengan biaya investasi mencapai USD 7,3 miliar (setara Rp 122 triliun), proyek ini menjadi salah satu terobosan terbesar Indonesia dalam modernisasi transportasi.

 

 

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya