Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadan? Ini Penjelasan Lengkap Hukumnya Menurut Ulama
Hukum dan Niat Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syaban---Dok. Istimewa
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Transliterasi:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhaa’i fardhi Ramadhana lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Saya niat puasa esok hari untuk mengganti puasa fardhu Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Niat ini dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar, sebagaimana ketentuan niat dalam puasa wajib.
BACA JUGA:Perayaan Imlek Terpanjang! Chinatown Hidupkan Tahun Kuda 2026 Selama Dua Bulan Penuh
Apakah Harus Membaca Niat Puasa Sunnah Syaban Terpisah?
Mayoritas ulama menyatakan tidak perlu membaca niat terpisah untuk puasa sunnah Syaban.
Selama puasa qadha dilakukan di bulan Syaban, maka keutamaan waktu Syaban tetap didapatkan secara otomatis.
Dengan kata lain, niat qadha puasa Ramadan sudah mencukupi, dan tidak mengurangi nilai ibadah sunnah yang melekat pada bulan Syaban itu sendiri.
Kesimpulan
Menggabungkan puasa qadha Ramadan dengan puasa sunnah Syaban diperbolehkan dan sah menurut syariat Islam. Umat Muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadan dianjurkan untuk segera mengqadhanya, termasuk di bulan Syaban, tanpa khawatir kehilangan keutamaan puasa sunnah.
Dengan memahami hal ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang, efisien, dan sesuai tuntunan para ulama.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-