Menu Sahur Sehat Sesuai Sunah Nabi, Lemak Jadi Kunci Energi Tahan Lama Saat Puasa Ramadan

Menu Sahur Sehat Sesuai Sunah Nabi, Lemak Jadi Kunci Energi Tahan Lama Saat Puasa Ramadan

sari kurma---Pixabay

SEMARAKNEWS.CO.ID - Menu sahur yang sehat sesuai sunah Nabi Muhammad SAW dapat membantu menjaga energi sekaligus membuat umat Muslim lebih fokus beribadah selama bulan Ramadan.

Pemilihan makanan yang tepat menjadi kunci agar tubuh tidak cepat lapar dan tetap bertenaga sepanjang hari.

Selain soal gizi, sahur juga memiliki nilai keberkahan sebagaimana anjuran Rasulullah. Karena itu, mengatur komposisi makanan sahur bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kualitas ibadah.

Salah satu pandangan menarik disampaikan oleh Zaidul Akbar, yang menekankan pentingnya lemak sebagai sumber energi utama saat sahur.

Menurut dr. Zaidul, menjaga vitalitas selama puasa sangat penting. Ia menjelaskan bahwa lemak termasuk slow release food, yaitu makanan yang energinya dilepas bertahap oleh tubuh.

Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang cepat dicerna dan membuat lapar datang lebih cepat, lemak mampu menjaga rasa kenyang lebih lama.

“Menjaga vitalitas kita selama Ramadan atau berpuasa itu sangat penting untuk diperhatikan, maka jawabannya adalah lemak,” ujarnya dalam kanal YouTube resminya.

BACA JUGA:5 Minuman Sehat untuk Berbuka Puasa Ramadan 2026, Segar, Menghidrasi, dan Bikin Tubuh Tetap Bertenaga

Kurma dan Butter, Kombinasi yang Dianjurkan

Salah satu contoh menu sahur yang ia sarankan adalah kurma yang dipadukan dengan butter dari lemak hewani sapi grass-fed.

Kombinasi ini dinilai mampu memberi tenaga optimal. Bahkan, kebiasaan mengonsumsi kurma dengan lemak disebut merujuk pada praktik yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad.

“Jadi kurma itu Anda cocol dengan butter,” jelasnya.

Untuk variasi, kurma dan butter dapat ditambah garam mineral non-rafinasi. Kandungan mineralnya membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama puasa.

Alternatif Lemak Sehat untuk Sahur

Selain butter, ada beberapa pilihan lemak sehat lain yang direkomendasikan, antara lain:

  • Minyak zaitun

  • Minyak FCO (Fractionated Coconut Oil)

  • Alpukat

  • Kacang dan biji-bijian

  • Nut butter

Bagi yang tetap makan nasi, dr. Zaidul menyarankan menambahkan sedikit minyak zaitun atau FCO agar energi lebih stabil. Ia juga mengingatkan agar konsumsi karbohidrat simpleks tidak berlebihan.

Pentingnya Asupan Cairan Saat Sahur

Selain makanan, kebutuhan cairan tidak boleh diabaikan. Komposisi tubuh manusia sekitar 70% terdiri dari air, sehingga hidrasi menjadi faktor vital selama puasa.

Air putih sebaiknya menjadi minuman utama saat sahur. Minuman berkafein seperti teh atau kopi boleh dikonsumsi, tetapi tidak berlebihan karena berisiko meningkatkan dehidrasi.

Target minimal yang dianjurkan adalah 2–3 cangkir air saat sahur untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

BACA JUGA:5 Resep Takjil Rendah Gula untuk Buka Puasa 2026, Tetap Manis tapi Lebih Sehat dan Bikin Segar

Hadits Tentang Keberkahan Sahur

Anjuran sahur juga ditegaskan dalam hadits:

“Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”
(HR. Bukhari No. 1923)

Hadits ini menegaskan bahwa sahur bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga memiliki nilai spiritual.

Komponen Sahur Sehat yang Dianjurkan

Dilansir dari berbagai panduan kesehatan Muslim, sahur ideal setidaknya mengandung lima komponen utama:

1. Protein Tinggi
Contoh: telur, ikan, ayam, Greek yogurt, kacang-kacangan, lentil.

2. Karbohidrat Kompleks (Whole Grain)
Seperti oatmeal, roti gandum, quinoa, barley.

3. Lemak Sehat
Alpukat, minyak zaitun, nut butter, flaxseed.

4. Buah dan Sayur
Semangka, stroberi, mentimun, selada—tinggi air dan serat.

5. Air Putih
Prioritas utama untuk mencegah dehidrasi.

Kombinasi ini membantu energi tahan lama sekaligus menjaga sistem pencernaan tetap stabil.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur

Ada beberapa jenis makanan yang kurang dianjurkan karena berisiko membuat puasa terasa lebih berat:

  • Makanan terlalu asin (memicu haus)

  • Gorengan dan lemak jenuh berlebih

  • Makanan tinggi gula sederhana

  • Minuman berkafein berlebihan

Jenis makanan tersebut dapat memicu heartburn, acid reflux, lonjakan gula darah, hingga membuat tubuh cepat lemas.

Sahur Tidak Harus Berat, yang Penting Berkualitas

Dr. Zaidul menekankan bahwa sahur tidak harus selalu makan besar. Yang terpenting adalah kualitas dan keberkahan.

Ia bahkan mengaku dalam beberapa kesempatan hanya sahur dengan:

  • 1–2 sendok FCO

  • Beberapa butir kurma

  • Air putih yang cukup

Menurutnya, sahur tetap penting sebagai “sinyal” bagi tubuh agar tidak memproduksi asam lambung berlebihan.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya