BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabodetabek, Ini Wilayah Terdampak

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabodetabek, Ini Wilayah Terdampak

Fenomena Atmosfer Aktif, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Awal Maret-rawpixel-Freepik

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Berikut informasi prakiraan cuaca terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG di sejumlah wilayah Jabodetabek pada Selasa, 3 Maret 2025.

BMKG mengungkap bahwa hari ini berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang.

Dalam Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek periode 1–5 Maret, BMKG memprakirakan hujan sedang hingga hujan lebat berpotensi terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, serta wilayah Kepulauan Seribu.

Selain itu, potensi hujan lebat juga meluas ke Kota dan Kabupaten Bogor, serta Kota Depok.

Meski hujan lebat diperkirakan melanda sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya, BMKG memastikan tidak ada indikasi hujan sangat lebat atau cuaca ekstrem dalam periode prakiraan cuaca kali ini.

BACA JUGA:Rp223,5 Triliun Dipindah ke Program MBG, PMII Bantul: Anggaran Pendidikan Terancam!

Peringatan Dini Angin Kencang di Jabodetabek

Selain hujan lebat Jabodetabek, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang di beberapa daerah.

Wilayah yang berpotensi terdampak angin kencang meliputi Kota dan Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, serta Kota Depok.

Peringatan dini BMKG ini mengindikasikan masyarakat perlu mewaspadai potensi pohon tumbang, genangan air, hingga gangguan aktivitas transportasi akibat kombinasi hujan lebat dan angin kencang di wilayah Jabodetabek.

Faktor Global dan Regional Pengaruhi Cuaca Indonesia

Dalam prospek cuaca mingguan 27 Februari hingga 5 Maret 2026, BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer global, regional, dan lokal masih memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di Indonesia.

Pada skala global, fenomena La Nina kategori lemah masih terdeteksi berdasarkan indikator SOI dan Niño3.4.

Kondisi La Nina ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.

Selain La Nina, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) juga diprediksi aktif dalam beberapa hari ke depan.

Aktivitas MJO berada di fase 3 (Samudra Hindia) dan fase 4 (Maritime Continent), yang berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di Indonesia.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya