Perang Iran vs Amerika dan Israel Memanas, PNIB: Perdamaian Harga Mati!

Perang Iran vs Amerika dan Israel Memanas, PNIB: Perdamaian Harga Mati!

Perang Timur Tengah Makin Brutal, PNIB Tegas Tolak Polarisasi Dukungan di Dalam Negeri---Dok. Istimewa

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Perang Iran vs Amerika dan Israel kembali menjadi sorotan dunia setelah eskalasi militer modern menampilkan kecanggihan teknologi persenjataan udara yang memicu kerusakan fisik berskala besar.

Konflik geopolitik di Timur Tengah ini memperlihatkan bagaimana perang modern mampu menghancurkan infrastruktur dalam hitungan jam dan menyebarkan ketakutan secara global melalui tayangan media internasional.

Situasi konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat tersebut memantik reaksi dari berbagai tokoh nasional, termasuk Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho.

Menurutnya, kedahsyatan perang yang tersaji secara real-time menjadi pengingat bahwa dampak perang tidak hanya dirasakan negara yang terlibat, tetapi juga memengaruhi stabilitas global.

Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho, atau yang akrab disapa Gus Wal, menegaskan bahwa dalam setiap perang internasional, korban utama tetaplah manusia.

BACA JUGA:Wajib Paham! Ciri-Ciri Baterai Remote Keyless Motor Mau Habis, Jangan Sampai Mogok di Jalan!

Ia menilai bahwa pertikaian antarnegara selalu meninggalkan luka kemanusiaan yang mendalam, baik bagi pihak yang menang maupun yang kalah.

Menurut Gus Wal, keputusan para pemimpin dunia untuk berperang ibarat mempertaruhkan nasib rakyatnya demi kepentingan politik dan kekuasaan.

Dalam setiap konflik militer global, risiko yang muncul adalah kehancuran, kehilangan nyawa, serta potensi lahirnya bentuk penjajahan baru bagi pihak yang kalah.

Ia menekankan bahwa perdamaian dunia adalah harga mati, sebab sejarah menunjukkan bahwa perang kerap melahirkan dominasi baru. Negara yang menang berpotensi menguasai pihak yang kalah, sehingga siklus ketidakadilan bisa terus berulang dalam wajah berbeda.

Lebih lanjut, Gus Wal mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak terjebak dalam polarisasi dukungan terhadap salah satu pihak dalam perang Iran vs Israel dan Amerika.

Ia menilai bahwa perdebatan dukungan di dalam negeri bisa memicu perpecahan sosial yang justru merugikan persatuan bangsa.

Menurutnya, Indonesia patut bersyukur karena masih menikmati stabilitas dan kedamaian nasional di tengah gejolak konflik Timur Tengah.

Oleh sebab itu, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menjadi tanggung jawab bersama, terutama saat isu global berpotensi memecah belah opini publik.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya