Gus Muhaimin Didukung Gus Ibi Pimpin PBNU 2026
Gus Ibi dukung Gus Muhaimin Iskandar pimpin PBNU 2026. Dinilai dekat dengan pesantren dan punya visi kuat untuk NU masa depan.You have not enough Humanizer words left. Upgrade your Surfer plan.-Dok. Semaraknews.co.id-
Menurut Gus Ibi, kedekatan dengan pesantren menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan PBNU di masa depan. Sebab, pesantren disebut sebagai akar sejarah dan pusat pendidikan utama dalam tradisi NU.
Ia menambahkan bahwa kepemimpinan PBNU idealnya dipegang sosok yang mampu menjaga kesinambungan nilai perjuangan para muasis atau pendiri NU.
Karena alasan itu, Gus Ibi menilai Gus Muhaimin layak menjadi nahkoda PBNU karena dinilai mampu merawat warisan pesantren sekaligus membawa NU tetap relevan menghadapi perkembangan zaman.
BACA JUGA:PBNU 2026 Jadi Sorotan, Gus Ibi Dorong Kiai Pesantren Pimpin NU
Kepemimpinan NU Harus Dekat dengan Pesantren
Sob, Gus Ibi juga menegaskan pentingnya sosok pemimpin PBNU yang memiliki perhatian terhadap pondok pesantren, TPQ, dan Madrasah Diniyah NU.
Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis pesantren merupakan fondasi utama NU sejak awal berdiri. Jika hubungan PBNU dengan pesantren melemah, maka organisasi dikhawatirkan kehilangan jati diri dan akar perjuangannya.
Ia mengatakan kepemimpinan yang dekat dengan pesantren akan lebih memahami kebutuhan santri dan persoalan pendidikan Islam tradisional di berbagai daerah.
Karena itu, Gus Milenial Progresif mendorong agar arah kepemimpinan PBNU ke depan tetap berpijak pada kepentingan umat dan penguatan tradisi keilmuan pesantren.
Pandangan tersebut juga menjadi bagian dari aspirasi kalangan muda Nahdliyin yang ingin NU tetap adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan identitasnya sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah.
BACA JUGA:Survei Insantara: KH Imam Jazuli Unggul dalam Bursa Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031
Gus Ibi Ajak Nahdliyin Hindari Polarisasi
Menjelang Muktamar NU 2026, Gus Ibi turut mengingatkan seluruh warga Nahdliyin agar tidak terjebak dalam polarisasi sempit dan persaingan pragmatis.
Ia berharap perbedaan dukungan terhadap calon pemimpin PBNU tidak memicu perpecahan di internal organisasi. Menurutnya, muktamar seharusnya menjadi ruang refleksi bersama untuk menentukan masa depan NU.
Gus Ibi juga mengingatkan bahwa organisasi sebesar NU memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas sosial dan keagamaan di Indonesia.
Karena itu, NU dinilai membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara simbolik, tetapi juga memiliki roadmap jelas untuk lima tahun mendatang.
Ia menegaskan bahwa pembahasan soal figur semata tanpa membedah visi dan gagasan justru berpotensi melahirkan persoalan baru di masa depan.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-