Pontjo Sutowo dan Sengketa Hotel Sultan: Profil di Balik Kericuhan Eksekusi Hotel Bintang Lima
Pontjo Sutowo, putra dari Ibnu Sutowo--
SEMARAKNEWS.CO.ID - Nama Pontjo Sutowo, putra dari Ibnu Sutowo, kembali menjadi sorotan publik seiring dengan kericuhan yang terjadi saat eksekusi Hotel Sultan Jakarta.
Hotel bintang lima yang berlokasi strategis di jantung ibu kota ini, kini menjadi pusat perhatian akibat sengketa lahan yang berkepanjangan.
Kericuhan pecah saat proses eksekusi, di mana massa yang menolak berhadapan dengan aparat keamanan. Pelemparan batu dan botol air mineral sempat terjadi, yang kemudian dihalau dengan semprotan water cannon.
Sebanyak 69 orang diamankan, dan 3.161 personel gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah dikerahkan untuk mengamankan lokasi.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardianto mengonfirmasi bahwa eksekusi Hotel Sultan telah berhasil dilaksanakan, meskipun diwarnai insiden yang tidaK diinginkan.
BACA JUGA:Sengketa Lahan Hotel Sultan Milik PT Indobuildco: Kilas Balik 26 Tahun Menuju Eksekusi Final
Siapa Pontjo Sutowo?
Pontjo Sutowo, Direktur Utama PT Indobuildco yang mengelola Hotel Sultan, lahir pada 17 Agustus 1950. Ia adalah anak keempat dari tujuh bersaudara Ibnu Sutowo, tokoh penting di era Orde Baru.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari Sekolah Rakyat (SR) Santo Xaverius Palembang, kemudian dilanjutkan di Perguruan Cikini hingga SMA di Jakarta.
Ia sempat berkuliah di Teknik Mesin ITB pada tahun 1969, namun tidak selesai karena alasan kesehatan, dan kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Trisakti.
Jejak Karier dan Bisnis
Karier Pontjo Sutowo dimulai pada usia 20 tahun. Bersama saudaranya, Adiguna Sutowo, ia merintis PT Adiguna Shipyard pada tahun 1970, sebuah perusahaan galangan kapal yang sukses memproduksi kapal tanker berbobot 3.500 DWT.
Setelah sukses di industri perkapalan, Pontjo Sutowo terjun ke bisnis perhotelan pada tahun 1980-an. Ia mengambil alih pengelolaan Hotel Hilton (kini Hotel Sultan) pada tahun 1982, yang telah berdiri sejak tahun 1976.
Namanya dikenal luas sebagai pengusaha yang aktif mengembangkan sektor hotel dan pariwisata nasional.
Selain dunia usaha, Pontjo juga aktif dalam organisasi profesi. Ia turut mendirikan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) pada tahun 1972 dan menjabat sebagai Ketua Umum Hipmi periode 1979-1983.
Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) pada tahun 1986, dan kemudian Ketua Umum PHRI periode 1989-2001.
BACA JUGA:Transisi Kepemimpinan BGN: Era Baru Nanik Sudaryati Deyang Menuju Tata Kelola Gizi yang Transparan
Keterlibatannya dalam sengketa Hotel Sultan ini menambah daftar panjang perjalanan karier dan kontribusinya di dunia bisnis dan organisasi Indonesia.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-