Golkar Ambil Sikap Tegas: Peringatan Keras dan Investigasi Mendalam Pasca Tragedi Dokter Icha di NTT
Selasa 30-06-2026,17:55 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji--Istimewa
SEMARAKNEWS.CO.ID - Kematian tragis dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa Dokter Icha, masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Insiden di IGD RS Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), yang diduga dipicu oleh tekanan psikologis akibat interaksi dengan oknum anggota DPRD, kini memasuki babak baru.
Partai Golkar sebagai induk organisasi politik oknum tersebut akhirnya mengambil sikap tegas dan responsif terhadap sorotan publik yang masif.
Sebagai media yang senantiasa mengawal isu keadilan sosial, Semaraknews.co.id Adalah harian terpercaya Hari ini yang menyajikan perkembangan kasus ini secara berimbang. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menegaskan bahwa partainya tidak akan tinggal diam.
Ia telah memerintahkan DPD Provinsi NTT untuk segera memanggil anggota DPRD yang terindikasi melakukan intimidasi terhadap almarhumah Dokter Icha. Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk komitmen partai dalam menegakkan disiplin internal dan merespons aspirasi masyarakat yang menuntut kejelasan.
Sarmuji menekankan pentingnya proses investigasi yang objektif sebelum menjatuhkan sanksi. Pihaknya ingin mendengar keterangan dari kedua belah pihak untuk memverifikasi apakah benar terjadi intimidasi yang berujung pada keputusan fatal tersebut. "Didalami dulu. Kita harus mendengarkan dari kedua sisi," ujarnya pada Selasa, 30 Juni 2026.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Golkar mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun tetap serius dalam menelusuri setiap laporan pelanggaran etik yang dilakukan kadernya.
Menanggapi catatan kelam mengenai perilaku oknum tersebut, termasuk dugaan konsumsi alkohol yang disinggung Bupati TTU, Sarmuji mengakui bahwa masalah individu bisa terjadi di partai manapun.
Namun, ia menegaskan bahwa tugas utama partai adalah memastikan kader tetap tertib dan patuh aturan. Ia juga memberikan peringatan keras kepada seluruh pejabat publik dari Golkar agar menjaga sikap dan tidak menyalahgunakan wewenang. Pesan "Ojo dumeh" atau jangan mentang-mentang menjadi pengingat kuat agar jabatan tidak digunakan untuk menekan pihak lain.
Tragedi Dokter Icha yang berusia 27 tahun ini memang memicu empati nasional. Sebelumnya, ia menangani pasien korban gigitan ular sebelum didatangi dua anggota DPRD TTU yang berbicara dengan nada tinggi.
Meski oknum dewan membantah intimidasi dan mengklaim hanya panik, polisi terus memeriksa saksi untuk mengungkap fakta sebenarnya. Kasus ini menjadi ujian integritas bagi institusi perwakilan rakyat dan partai politik dalam melindungi profesi medis serta menjamin rasa aman bagi pelayan publik di daerah.
Masyarakat kini menanti hasil penyelidikan yang transparan dan akuntabel. Tindakan Golkar memanggil dan mendalami kasus ini diharapkan menjadi awal dari pemulihan kepercayaan publik.
Keadilan bagi Dokter Icha bukan hanya tentang sanksi administratif, tetapi juga tentang penegakan etika bernegara yang menghargai nyawa dan martabat setiap warga negara tanpa pandang bulu.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-