Golkar Ngiler Kursi Menteri BUMN, Sekjen Partai: Kalau Diminta, Kita Siap!

Golkar Ngiler Kursi Menteri BUMN, Sekjen Partai: Kalau Diminta, Kita Siap!

Golkar incar kursi Menteri BUMN kosong usai Erick Thohir pindah ke Menpora. Sarmuji sebut siap isi posisi jika diminta Prabowo.-Foto: IG @kabargolkar-

JAKARTA, Semaraknews.id – Sekjen Partai Golkar M Sarmuji ikut buka suara soal kursi Menteri BUMN yang kini kosong setelah Erick Thohir resmi dipindahkan ke jabatan baru sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Ia menegaskan, partai beringin siap sedia jika Presiden Prabowo Subianto meminta kader Golkar untuk menempati pos strategis itu.

“Kita itu akan menyediakan kalau diminta,” ujar Sarmuji di Kantor DPP Golkar, Rabu, 17 September 2025, malam.

Meski begitu, ia masih enggan membocorkan nama kader siapa yang dinilai paling cocok. Katanya, soal orang gampang. Justru yang lebih penting adalah mempertanyakan relevansi Kementerian BUMN itu sendiri dalam lanskap pemerintahan saat ini.

Menurut Sarmuji, sejak pemerintah membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) sebagai super holding BUMN, posisi kementerian jadi terasa ambigu.

BACA JUGA:Gaji Menpora Cuma Rp18 Juta, Buat Erick Thohir Kayak Uang Jajan

Lembaga anyar itu sudah mengonsolidasikan aset negara dan memegang kendali investasi, sementara Kementerian BUMN terkesan berjalan tanpa kepastian peran.

“Bagaimana pola hubungan antara Danantara dengan Kementerian BUMN? Itu kan sesuatu yang krusial, yang perlu ditinjau lagi,” kata Sarmuji.

Ia bahkan melempar pertanyaan lanjutan yang agak menohok, “Apakah masih diperlukan Kementerian BUMN seperti yang saat ini? Atau ada rencana-rencana yang lain? Kita lihat perkembangannya.”

Sementara itu, dari pihak Istana, Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut kemungkinan kursi Menteri BUMN untuk sementara bisa dijabat wakil menteri. “Kemungkinan dari Wamen (BUMN),” kata Prasetyo usai pelantikan para pejabat baru di Istana Negara.

BACA JUGA:Prabowo Rekrut Senior TNI yang Pernah Singkirkan Dia, Balas Dendam atau Rekonsiliasi?

Jadinya, isu siapa yang akan mengisi kursi panas BUMN bukan cuma soal siapa orangnya, tapi juga soal apakah kursinya sendiri masih relevan di era super holding ala Danantara.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya