Prabowo Ingatkan Ancaman Asing, Singgung Upaya Pecah Belah demi Rampas Kekayaan Indonesia
Prabowo menyebut bangsa asing sejak lama berupaya memecah belah Indonesia demi menguasai kekayaan alam dan menekankan pentingnya persatuan.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa Indonesia tidak bisa menggantungkan harapan kepada negara lain. Menurutnya, sejarah menunjukkan bangsa asing bukan hanya tidak akan mengasihani Indonesia, tetapi juga pernah dan masih berupaya memecah belah bangsa demi menguasai kekayaan alam yang dimiliki.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 10 Juli 2026. Dalam pidatonya, ia menilai strategi memecah belah atau divide et impera bukanlah cerita baru, melainkan pola yang telah berlangsung sejak masa penjajahan.
“Tidak ada bangsa lain yang kasihan sama kita, bahkan dari dulu mereka mau memecah belah kita, divide et impera,” kata Prabowo, dikutip dari siaran Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan bangsa Indonesia pernah mengalami ratusan tahun penjajahan. Pada masa itu, masyarakat Indonesia dipandang rendah, sementara kekayaan alamnya terus dieksploitasi oleh bangsa asing.
Ia menilai pola tersebut belum sepenuhnya berakhir. Menurutnya, masih ada pihak-pihak tertentu yang memandang Indonesia dengan rasa iri karena besarnya potensi sumber daya yang dimiliki.
“Ada kelompok-kelompok tertentu, bangsa-bangsa tertentu yang iri sama kita,” ujarnya.
BACA JUGA:Prabowo Semprot TNI, Polri, dan Kejaksaan, Ingatkan Pangkat hingga Sepatu Dibayar Rakyat
Prabowo menyebut kekayaan Indonesia menjadi alasan mengapa ada pihak yang terus mencari cara untuk mengambil keuntungan. Bahkan, menurutnya, tidak tertutup kemungkinan muncul keinginan agar Indonesia terpecah sehingga lebih mudah dieksploitasi.
“Kalau bisa Indonesia pecah,” ucapnya.
Karena itu, Prabowo menekankan bahwa persatuan merupakan modal utama bagi sebuah negara yang ingin menjadi besar. Menurutnya, pelajaran tersebut dapat dilihat dari sejarah berbagai peradaban di dunia.
“Terutama elitenya, pemimpin-pemimpinnya harus bersatu. Harus legawa,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat maupun para pemimpin tidak terjebak dalam sikap saling curiga, menyimpan dendam, atau hanya memperjuangkan kepentingan kelompok masing-masing. Menurut Prabowo, karakter seperti itu tidak akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang kuat.
BACA JUGA:Febrie Mundur, DPR Pasang Tim Pengawas! Komisi III Ingatkan Polri, Kejagung dan TNI Jangan Bentrok
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo meresmikan lima bendungan secara serentak yang tersebar di empat provinsi. Selain Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, pemerintah juga meresmikan Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-