Prabowo Semprot TNI, Polri, dan Kejaksaan, Ingatkan Pangkat hingga Sepatu Dibayar Rakyat
Prabowo mengingatkan TNI, Polri, dan Kejaksaan agar introspeksi. Ia menegaskan pangkat, fasilitas, hingga atribut berasal dari rakyat.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id – Presiden Prabowo Subianto melontarkan pesan keras kepada para pejabat negara agar tidak terlena dengan jabatan dan fasilitas yang mereka miliki. Dalam pidatonya saat meresmikan bendungan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Prabowo secara khusus menyoroti birokrat, aparat TNI, Polri, hingga Kejaksaan agar kembali mengingat siapa yang sesungguhnya mereka layani.
Prabowo mengatakan seluruh penyelenggara negara perlu melakukan introspeksi diri. Menurutnya, berbagai persoalan bangsa hanya bisa diselesaikan jika para pejabat lebih dulu berbenah dari dalam.
“Masalah bagi bangsa Indonesia juga masalah bagi kita semua, saya minta kita introspeksi. Terutama para birokrat. Birokrat introspeksi, kita semua introspeksi,” ujar Prabowo sebagaimana disiarkan Sekretariat Presiden.
Pesan itu kemudian mengerucut kepada aparat penegak hukum dan institusi bersenjata. Prabowo mengingatkan bahwa pangkat, atribut, hingga perlengkapan yang mereka gunakan bukanlah milik pribadi, melainkan berasal dari uang rakyat.
“Pejabat-pejabat militer dan polisi, introspeksi. Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan demikian juga. Anda pakai bintang juga. Kau juga milik rakyat,” tegasnya.
BACA JUGA:Impor Solar Disetop, Bahlil Klaim Program B50 Bikin Indonesia Tak Lagi Bergantung ke Luar Negeri
Di hadapan para tamu undangan, Prabowo juga menyampaikan rasa syukur atas capaian pemerintahannya dalam waktu yang relatif singkat. Meski begitu, ia mengakui berbagai kebijakan pemerintah tidak lepas dari perlawanan sejumlah pihak.
“Saudara-saudara, kita bersyukur prestasi-prestasi yang sudah kita hasilkan dalam waktu yang singkat dengan perlawanan, perlawanan banyak dari kelompok-kelompok, terutama koruptor-koruptor itu,” katanya.
Pidato tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap hubungan antara TNI, Polri, dan Kejaksaan dalam beberapa hari terakhir.
Pada Rabu, 8 Juli 2026, penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah Cafe de’Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Restoran yang sebelumnya bernama Gontran Cherrier itu pernah menjadi lokasi penguntitan terhadap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah yang diduga dilakukan anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror.
Berdasarkan pantauan Tempo, sejumlah jaksa dan personel TNI juga terlihat berada di lokasi penggeledahan. Namun, mereka disebut bukan bagian dari tim penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi maupun Polda Metro Jaya.
BACA JUGA:PPPK Mau Dirumahkan, Kas Daerah Boncos! Pemkot Tidore Ngaku Tekor, Pegawai Jadi Tumbal Defisit
“Iya ada tadi ikut ke dalam,” kata seorang penyidik polisi yang berada di lokasi.
Kehadiran personel TNI juga terlihat saat penggeledahan rumah Febrie Adriansyah di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sejumlah prajurit bersenjata laras panjang berjaga di pintu masuk rumah, sementara beberapa personel lain tampak berada di halaman depan bersama sejumlah jaksa dari Jampidsus Kejaksaan Agung.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-