Orang Utan Sudah Punya Apotek Sendiri, Manusia Malah Sibuk Rusak Hutannya
Studi terbaru mengungkap orang utan Kalimantan mengonsumsi dan memakai tanaman obat, membuka pelajaran penting bagi kesehatan manusia.-Foto: Kementerian Kehutanan-
“Penelitian ini menyoroti pentingnya melestarikan pengetahuan adat untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati sekaligus penelitian kesehatan global.”
Studi berjudul Investigating Medicinal Resource Combinations in the Bornean Orangutan Diet tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports.
Bukan Cuma Dimakan, Tanaman Obat Juga Dioles ke Tubuh
Temuan terbaru itu sebenarnya melengkapi penelitian sebelumnya yang juga dipublikasikan di Scientific Reports. Kala itu para ilmuwan menemukan bahwa orang utan Kalimantan ternyata tidak hanya mengonsumsi tanaman obat, tetapi juga menggunakannya sebagai obat luar.
Dalam penelitian berjudul Self-medication by Orang-utans (Pongo pygmaeus) Using Bioactive Properties of Dracaena cantleyi, para peneliti mengamati sekelompok orang utan mengoleskan tanaman Dracaena cantleyi ke bagian sendi dan otot yang terasa sakit. Tanaman itu digosokkan ke tujuh bagian tubuh berbeda, sementara salah satu individu terlihat mengunyah tanaman tersebut.
“Ini merupakan temuan yang sangat menarik karena membuktikan bahwa orang utan memiliki cara pengobatannya sendiri. Fenomena ini menjadi laporan pertama mengenai sistem pengobatan pada kera Asia sekaligus penggunaan zat antiinflamasi secara luar oleh satwa,” kata peneliti University of Exeter sekaligus Direktur Borneo Nature Foundation saat itu, Helen Morrogh-Bernard.
Menurut Helen, perilaku tersebut paling sering dilakukan oleh induk orang utan betina. Ia menduga hal itu berkaitan dengan beban fisik yang mereka alami karena harus terus membawa anak selama bertahun-tahun ketika menjelajah hutan.
Anak orang utan biasanya tetap bersama induknya hingga berusia sekitar tujuh tahun sebelum akhirnya hidup mandiri.
Helen menambahkan, “Temuan ini menunjukkan betapa berharganya hutan tropis sebagai sumber tanaman obat. Penelitian ini juga membuka pertanyaan mengenai tanaman lain apa saja yang dimanfaatkan orang utan untuk mengobati dirinya.”
Belajar Sehat dari Orang Utan
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Profesor Wisnu Nurcahyo, menilai manusia memang layak belajar dari kemampuan orang utan dalam mengenali tanaman obat.
“Obat-obatan tersebut berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai gejala penyakit. Jika diterapkan pada masyarakat, hal ini sangat relevan karena masyarakat yang tinggal di sekitar habitat orang utan juga telah lama memanfaatkan obat-obatan herbal berdasarkan pengetahuan yang serupa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan hayati luar biasa yang masih menyimpan banyak potensi untuk pengembangan pengobatan.
“Indonesia sangat kaya akan keanekaragaman tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kesehatan.”
Menurut Wisnu, pelajaran dari orang utan bukan hanya soal tanaman obat. Pola hidup satwa itu juga menunjukkan pentingnya aktivitas fisik dan makanan alami bagi kesehatan tubuh.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-