Pagar Menjulang, Pemerintah Bilang Jangan Panik! Hasan Nasbi Minta Publik Stop Besarkan Isu Ketakutan
Hasan Nasbi meminta publik tak membesar-besarkan isu pagar tinggi di mal dan gedung. Pemprov Jakarta justru meminta pagar-pagar tersebut dicopot.-Foto: Istimewa-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Fenomena pagar tinggi yang mendadak bermunculan di sejumlah pusat perbelanjaan hingga gedung perkantoran memantik beragam spekulasi di tengah masyarakat. Di saat publik mempertanyakan alasan di balik langkah tersebut, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi justru mengimbau agar kabar-kabar yang memicu kecemasan tidak terus dibesar-besarkan.
Hasan menegaskan masyarakat sebaiknya tidak larut dalam narasi yang menebarkan rasa takut sebelum kebenarannya dipastikan.
“Kita doakan bangsa kita tetap aman. Jadi, jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik,” kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.
Menurut Hasan, informasi yang beredar mengenai situasi keamanan seharusnya diuji terlebih dahulu, bukan langsung dipercaya begitu saja. Ia juga mendorong kalangan media melakukan verifikasi di lapangan agar publik memperoleh gambaran yang utuh.
“Teman-teman wartawan bisa memeriksa sendiri. Silakan membuat cek fakta apakah penyebaran ketakutan yang beredar itu benar atau tidak. Apakah rasa takut yang berkembang benar-benar nyata atau tidak. Teman-teman bisa memastikannya langsung di lapangan,” ujarnya.
BACA JUGA: Komisi Yudisial Temukan Indikasi Pelanggaran Etik Hakim Perkara Nadiem Makarim
Belakangan, sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta memasang pagar besi berukuran tinggi di area depan bangunan. Salah satu yang menjadi sorotan ialah Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.
Berdasarkan laporan Antara, pagar baru sepanjang sekitar 100 meter dengan tinggi mencapai 2,5 meter dipasang membentang di sisi depan pusat perbelanjaan tersebut. Letaknya berada di dekat akses utama kendaraan dari Jalan Raya Casablanca.
Fenomena serupa juga terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan di daerah lain, termasuk Surabaya, yang mulai memasang pagar dengan karakteristik serupa.
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia atau APPBI membantah pemasangan pagar berkaitan dengan ancaman keamanan tertentu. Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyebut langkah tersebut semata-mata dilakukan demi menjaga ketertiban di lingkungan pusat perbelanjaan.
BACA JUGA:PDIP Ingatkan DPR Jangan Telan Mentah Klaim Prabowo di Sidang Tahunan
“Jika sekarang ada beberapa pusat perbelanjaan yang baru mulai memasang pagar, hal itu lebih karena kepentingan ketertiban semata,” ujar Alphonzus, dikutip Antara, Jumat, 31 Juli 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan pagar sebenarnya bukan sesuatu yang baru karena banyak pusat perbelanjaan telah memilikinya sejak awal pembangunan. Menurutnya, pagar juga berfungsi sebagai batas yang memisahkan kawasan privat milik pengelola dengan ruang publik, termasuk area yang kerap digunakan masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta justru mengambil sikap berbeda. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pagar-pagar tinggi yang telanjur dipasang segera dibongkar. Pemprov Jakarta juga akan berkoordinasi dengan pengelola mal dan gedung perkantoran terkait persoalan tersebut.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-