Lima Teknologi Kereta yang Beroperasi di Indonesia dari KRL hingga Whoosh, Mana yang Paling Cepat?

Lima Teknologi Kereta yang Beroperasi di Indonesia dari KRL hingga Whoosh, Mana yang Paling Cepat?

Lima Teknologi Kereta yang Beroperasi di Indonesia dari KRL hingga Whoosh, Mana yang Paling Cepat?--

SEMERAKNEWS.CO.ID – Sistem perkeretaapian Indonesia berkembang dari layanan lokomotif konvensional menjadi ekosistem yang mencakup kereta komuter, angkutan perkotaan, layanan regional, hingga kereta cepat. Menjelang Hari Kereta Api Nasional pada 28 September 2026, sedikitnya lima teknologi utama yang beroperasi di Indonesia dapat dikenali dari fungsi dan sumber energinya.

Pertama, kereta dengan lokomotif diesel. Armada ini menggunakan mesin diesel untuk menarik atau mendorong rangkaian penumpang maupun gerbong barang. Layanan tersebut masih menjadi tulang punggung perjalanan jarak jauh, kereta lokal, dan angkutan logistik seperti batu bara, peti kemas, BBM, semen, serta hasil perkebunan.

BACA JUGA:HUT TNI 5 Oktober Makin Meriah di Monas, 520 Alutsista dan Ribuan Personel Ikut Andil dalam Acara Ini

Kedua, Kereta Rel Listrik atau KRL. Moda ini memperoleh pasokan dari listrik aliran atas dan menggunakan sistem penggerak yang menyatu dalam rangkaian. KRL terutama melayani penumpang komuter di Jabodetabek serta rute Yogyakarta–Solo. Kapasitasnya besar dan frekuensi perjalanannya tinggi.

Ketiga, Kereta Rel Diesel dan Elektrik atau KRDE/I. Berbeda dari KRL, kereta ini menghasilkan energi melalui mesin diesel di dalam rangkaian. KRDE/I banyak dipakai untuk layanan regional dan kereta bandara karena tidak bergantung pada kabel listrik aliran atas.

Keempat, Mass Rapid Transit atau MRT. MRT Jakarta dirancang untuk mobilitas perkotaan berkapasitas tinggi. Fase pertamanya menghubungkan Lebak Bulus dan Bundaran HI melalui jalur layang serta bawah tanah. Sistem operasionalnya menggunakan persinyalan modern dan pengawasan pusat kendali.

BACA JUGA:Pergantian Purbaya oleh Suahasil Memicu Reaksi Ramai di Media Sosial, Netizen Langsung Heboh

Kelima, Light Rail Transit atau LRT. Moda ini dirancang untuk perjalanan dalam kota dengan jarak antarstasiun relatif dekat. LRT Jabodebek, LRT Jakarta, dan LRT Sumatera Selatan merupakan contoh layanan yang sudah beroperasi. LRT Jabodebek menggunakan sistem otomasi tingkat tinggi.

Di luar lima teknologi tersebut, Indonesia memiliki kereta cepat Whoosh. Layanan Jakarta–Bandung ini dioperasikan KCIC dan memiliki kecepatan hingga 350 kilometer per jam. Whoosh memperluas pilihan mobilitas jarak menengah dengan teknologi kereta cepat.

Perbedaan kelima jenis kereta tersebut menunjukkan bahwa transportasi rel tidak memiliki satu model tunggal. Setiap moda dirancang untuk kebutuhan berbeda, mulai dari logistik, komuter, perjalanan antarkota, hingga mobilitas cepat antarwilayah.

BACA JUGA:Jejak Supervolcano Berusia 454 Juta Tahun Ditemukan di Bawah The Wash, Begini Kondisinya

 

Perkembangan tersebut berjalan beriringan dengan sejarah panjang perkeretaapian nasional. Hari Kereta Api Nasional diperingati untuk mengenang pengambilalihan stasiun dan kantor pusat kereta api dari Jepang pada 28 September 1945. Dari momentum itu, sistem rel berkembang menjadi layanan yang menopang mobilitas harian dan konektivitas antarkota.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya