Robot Unitree China Makin Gesit, Lari 45,6 Km/Jam dan Lompat 2 Meter, Benarkah Bisa Menyamai Atlet Dunia?
Robot China Makin Gesit, As2W Diklaim Mampu Lompat Setinggi 2 Meter di Demo-https://web.facebook.com/unitreerobot/-https://web.facebook.com/unitreerobot/
SEMERAKNEWS.CO.ID - Unitree memperkenalkan robot humanoid baru berjuluk “Superman” yang diklaim mampu berlari hingga 45,6 kilometer per jam. Robot bernama As2W itu juga disebut dapat melakukan standing jump setinggi 2 meter, menempatkannya di antara humanoid dengan kemampuan fisik paling agresif yang dipamerkan perusahaan China.
Kecepatan tersebut setara sekitar 12,66 meter per detik. Unitree menyatakan As2W dapat mencapai performa itu dalam demonstrasi terbaru. Namun, klaim robot humanoid China tersebut belum diuji melalui benchmark independen, sehingga angka kecepatan dan tinggi lompatan masih perlu dibaca sebagai pernyataan produsen.
Pengembangan As2W disebut berlangsung sedikit lebih dari tiga bulan. Meski dipamerkan dengan kemampuan ekstrem, Unitree mengakui perangkat tersebut masih berstatus work in progress dan akan terus disempurnakan. Dalam demonstrasi, robot As2W turun dari platform, bergerak melewati air dangkal, dan menunjukkan bodi dengan perlindungan IP54.
BACA JUGA:Kereta Maglev Eksperimental China Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik, Apa Rahasianya?
Peringkat IP54 berarti perangkat terlindungi dari debu dalam tingkat tertentu dan percikan air. Perlindungan itu tidak sama dengan kemampuan beroperasi sepenuhnya di dalam air. Catatan teknis semacam ini penting ketika robot Superman Unitree dipromosikan melalui video demonstrasi yang menonjolkan kecepatan serta kelincahan.
Peluncuran As2W mencerminkan pergeseran kompetisi robotika China. Jika sebelumnya perusahaan berlomba menunjukkan robot berjalan, menari, atau melakukan gerakan kungfu, kini perhatian bergerak ke kekuatan fisik, keseimbangan, dan kemampuan melintasi medan yang lebih beragam. Perkembangan physical AI juga mendorong robot agar mampu memahami lingkungan dan bertindak melalui tubuhnya.
Unitree menyebut telah mengirim sekitar 18.000 robot humanoid berkaki dua hingga Juli 2026. Robot semacam itu dibidik untuk pekerjaan di manufaktur, pergudangan, serta aktivitas yang berisiko atau terlalu berat bagi manusia. Angka pengiriman tersebut menjadi indikator bahwa industri robot humanoid mulai bergerak dari prototipe laboratorium menuju produksi yang lebih luas. Meski demikian, jumlah pengiriman tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh kemampuan yang diklaim As2W telah tervalidasi oleh lembaga independen.
BACA JUGA:Prabowo Bawa Indonesia Masuk Klub AI Bentukan China, Era Baru atau Jalan Mulus ke Pengaruh Beijing?
Pameran robot Superman dilakukan menjelang Unitree memasuki bursa Shanghai pada 19 Agustus 2026. Perusahaan itu dijadwalkan menggelar IPO senilai USD 905 juta. Permintaan investor ritel disebut melampaui 8.000 kali jumlah saham yang dialokasikan, menunjukkan besarnya perhatian terhadap robotika China.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-