Ikan Kiamat Muncul di Lombok Usai Gempa NTT, Pertanda Bencana atau Cuma Mitos?
Oarfish muncul di Lombok usai gempa NTT. Benarkah ikan yang dijuluki ikan kiamat itu menjadi pertanda gempa atau sekadar mitos?-Foto: Facebook-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Kalau ada ikan sepanjang belasan meter muncul di perairan dangkal, wajar kalau manusia mulai curiga. Apalagi kalau ikan itu punya reputasi sebagai “ikan kiamat”. Begitulah oarfish, ikan pelagis dari famili Regalecidae yang hidup di laut dalam hingga sekitar 1.000 meter, kembali bikin heboh setelah ditemukan di Pantai Pink, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Oarfish memang bukan ikan biasa. Tubuhnya panjang dan dapat tumbuh hingga lebih dari 10,6 meter. Bentuknya yang memanjang membuatnya sekilas seperti ular laut raksasa. Padahal, secara biologis, ikan ini jauh dari gambaran monster laut yang selama ini hidup dalam cerita rakyat.
Masalahnya, manusia memang punya bakat menghubungkan dua kejadian yang berdekatan. Begitu oarfish muncul di pantai setelah gempa besar mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, cerita soal “ikan kiamat” pun kembali mendapatkan panggung.
Dalam legenda Jepang, oarfish dikenal dengan nama ryugu no tsukai yang berarti “utusan dari istana dewa laut”. Kemunculan ikan tersebut di perairan dangkal dipercaya sebagai pertanda akan terjadinya gempa bumi. Menurut Japan Times, kepercayaan ini bahkan sudah berkembang sejak abad ke-17.
BACA JUGA:80 Sekolah Elite Dicoret dari MBG, 6 Juta Data Dobel dan Rp311 Miliar Balik ke Kas Negara
Legenda itu sempat kembali ramai pada 2011. Kala itu, sekitar 20 oarfish ditemukan terdampar di pantai-pantai Jepang menjelang gempa bumi dan tsunami dahsyat yang mengguncang negara tersebut. Sejak kejadian itu, setiap oarfish ditemukan di pantai atau perairan dangkal, sebagian orang langsung memasukkannya ke dalam daftar tanda-tanda alam yang patut dicurigai.
Padahal, 11 Maret 2011 memang merupakan hari ketika Jepang dihantam salah satu bencana alam paling dahsyat dalam sejarahnya. Gempa bermagnitudo 9 mengguncang wilayah timur laut Jepang dan kemudian memicu tsunami besar. Peristiwa yang dikenal sebagai gempa dan tsunami Tohoku 2011 itu menimbulkan kerusakan luar biasa.
Gempa tersebut tercatat sebagai yang terkuat dalam sejarah Jepang. Guncangannya bahkan terasa hingga berbagai penjuru dunia, dari fjord di Norwegia sampai daratan es Antarktika. Lebih dari 120 ribu bangunan hancur total, sementara puing-puing yang terseret tsunami kemudian ditemukan di pantai Amerika Utara bertahun-tahun setelah bencana terjadi.
Namun, rangkaian peristiwa itu belum otomatis membuktikan bahwa oarfish bisa menjadi alarm biologis sebelum gempa. Korelasi semacam itu memang mudah membuat cerita terdengar meyakinkan, tetapi secara ilmiah hubungan sebab-akibatnya perkara lain.
Kesan serupa muncul ketika seekor oarfish ditemukan di Pantai Pink, Lombok Timur, pada 25 Agustus 2026. Penemuan tersebut terjadi sekitar sepuluh hari setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.
BACA JUGA:Sehari Usai Demo DPR, Tentara Masih Nongkrong di Slipi, Jalanan Belum Aman
Peristiwa itu kemudian dikaitkan dengan gempa NTT dalam laporan wartawan Tempo Defara Dhanya Paramitha berjudul “Setelah gempa NTT Muncul Ikan Kiamat. Benarkah Berkaitan?”. Pertanyaannya sederhana, tetapi jawabannya tidak bisa dicari hanya dengan menghitung jarak hari antara gempa dan kemunculan ikan.
Pakar genetika ekologi IPB University Ronny Rachman Noor menilai kepercayaan masyarakat mengenai hubungan oarfish dengan gempa lebih banyak berakar dari mitos. Dengan kata lain, munculnya ikan tersebut setelah gempa belum cukup untuk menjadikannya semacam BMKG versi laut dalam.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah NTB I Gede Putu Aryadi juga mengatakan kajian ilmiah, termasuk penelitian dari Jepang, menunjukkan mayoritas kasus oarfish terdampar merupakan fenomena biologis. Jadi, sebelum seekor ikan panjang muncul lalu kita buru-buru menyiapkan tas evakuasi, ada baiknya membedakan antara legenda yang menarik dengan bukti ilmiah yang benar-benar bisa diuji.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-