Kerusuhan Pascademo Telan Nyawa, Komnas HAM Desak Polisi Bongkar Dugaan Peran Ormas

Kerusuhan Pascademo Telan Nyawa, Komnas HAM Desak Polisi Bongkar Dugaan Peran Ormas

Pelajar yang ditangkap saat demo Agustus diminta ikut bela negara KKRI. YLBHI menyoroti hak kebebasan berpendapat dan dugaan unsur pemaksaan.-Foto: Antara-

 

Nama Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) ikut terseret setelah beredar video yang memperlihatkan pimpinan kelompok tersebut, Rosario de Marshall alias Hercules, berada di lokasi kerusuhan bersama sejumlah orang. Namun GRIB Jaya membantah tudingan bahwa mereka terlibat dalam aksi kekerasan.

 

Kepala Divisi Hukum Dewan Pimpinan Pusat GRIB Jaya Wilson Colling mengatakan kehadiran Hercules di lokasi bukan untuk ikut dalam demonstrasi yang berujung ricuh. Menurut dia, kedatangan tersebut hanya untuk melihat situasi keamanan.

BACA JUGA:Gus Kikin Pimpin PBNU, Usai Muktamar Panas NU Kini Diminta Kembali Rapatkan Barisan

 

"Kehadiran tersebut merupakan bagian dari upaya persuasif untuk memantau keadaan dan menjaga kondusivitas lingkungan, bukan untuk memperkeruh keadaan, melakukan provokasi, ataupun terlibat dalam benturan fisik," kata Wilson dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 29 Agustus 2026.

 

Polda Metro Jaya menyatakan masih mendalami dugaan keterlibatan organisasi masyarakat dalam kerusuhan tersebut. Polisi menyebut fakta di lapangan perlu diverifikasi sebelum mengambil kesimpulan.

 

"Kalau terkait tentang ormas kami masih melakukan pendalaman terkait karena fakta harus terverifikasi. Kami mohon waktu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto kepada wartawan, Sabtu, 27 Agustus 2026.

 

Budi juga meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Polisi menemukan sejumlah unggahan yang dinilai mengandung disinformasi, provokasi, dan kabar palsu.

 

Di tengah banjir informasi dan saling tuding, satu hal yang tidak bisa diperdebatkan adalah adanya korban. Kini publik menunggu apakah kasus ini benar-benar dibongkar sampai ke akar, atau kembali berhenti sebagai cerita lama ketika kerusuhan reda dan perhatian publik berpindah.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya