8 WNI Diduga Dibujuk Jadi Tentara Bayaran Rusia, BIN Turun Tangan: Katanya Lowongan Kerja, Ujungnya ke Medan Perang
BIN mendalami kabar 8 WNI diduga direkrut jadi tentara bayaran Rusia lewat lowongan kerja palsu dengan iming-iming gaji tinggi.-Foto: Antara-
FISU menyebut pola serupa juga ditemukan dalam perekrutan warga Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Persoalannya, pekerjaan yang semula terdengar aman itu disebut berujung pada pengiriman ke garis depan.
Sebagian dari mereka bahkan disebut tidak memiliki pelatihan militer sama sekali ketika akhirnya dikirim ke medan perang. Beberapa di antaranya dilaporkan tewas hanya dalam hitungan minggu setelah berada di garis depan.
Kalau benar modusnya seperti yang diungkap FISU, persoalannya bukan lagi sekadar soal delapan WNI yang salah memilih lowongan kerja. Ada dugaan praktik perekrutan lintas negara yang menjadikan iming-iming gaji tinggi sebagai tiket menuju medan perang.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-