Gempa Flores Belum Selesai, Remaja 15 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Posko Pengungsian

Gempa Flores Belum Selesai, Remaja 15 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Posko Pengungsian

Remaja 15 tahun diduga menjadi korban kekerasan seksual di posko pengungsian korban gempa Flores. Kementerian PPPA turun menangani kasus tersebut.-Foto: Kompas-

Menurut Emelia, perempuan dan anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan selama berada di lokasi pengungsian. Karena itu, sistem perlindungan dan pengawasan harus diperkuat, terutama untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual.

“Perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak-anak, harus diperkuat selama berada di lokasi pengungsian,” kata Emelia dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah NTT di Kupang, Selasa, 1 September 2026.

Gempa memang bisa membuat rumah roboh dalam hitungan detik. Namun, situasi pengungsian yang tidak aman bisa melahirkan masalah baru setelah bencana berlalu. Maka, kalau negara sudah bicara soal tanggap darurat, jangan sampai yang dianggap darurat cuma urusan logistik, sementara keselamatan perempuan dan anak malah diminta menunggu giliran.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya