Polisi Bantah Panggil GRIB Jaya Bantu Amankan Demo, Warga Tewas Dianiaya Masih Jadi Misteri
Polda Metro Jaya membantah meminta bantuan GRIB Jaya untuk mengamankan demo 27 Agustus. Polisi juga masih memburu pelaku kematian warga.-Foto: Antara-
BACA JUGA:AHY Bilang Posisi Demokrat Boleh Banting Setir, Asal Komitmen Demokrasi Jangan Ikut Belok
Dalam perkara kematian Bambang, polisi menyidik dugaan tindak pidana pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan luka atau kematian. Penyidikan tersebut menggunakan Pasal 262 ayat 4 dan atau Pasal 466 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal GRIB Jaya Zulfikar juga membantah anggotanya terlibat dalam pemukulan terhadap warga. Bantahan itu disampaikan setelah beredar video di media sosial yang mengaitkan kematian seorang warga dengan aksi pemukulan.
“Mungkin teman-teman lihat itu di TikTok, ada yang meninggal dipukulin, bukan GRIB yang mukulin, itu pendemo yang mukulin,” kata Zulfikar dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pada Ahad malam, 30 Agustus 2026.
Zulfikar menyebut anggota GRIB Jaya memang berada di lokasi pada malam tersebut. Namun, menurut dia, keberadaan mereka dalam kapasitas sebagai Pam Swakarsa untuk membantu aparat keamanan membubarkan massa.
Ia juga mengklaim lokasi tempat Bambang meninggal berbeda dengan lokasi anggota GRIB Jaya berada. Jadi, untuk sementara ceritanya masih begini, polisi bilang tak pernah meminta bantuan GRIB, GRIB bilang mereka hadir membantu aparat, sementara seorang warga telah meninggal dalam kekacauan malam demonstrasi dan pelakunya masih dicari.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-