EIGER Nature Perkuat Konservasi Puncak dengan 120 Ribu Pohon dan Konsep 7E di Puncak Bogor
EIGER Nature Perkuat Konservasi Puncak dengan 120 Ribu Pohon dan Konsep 7E di Puncak Bogor-https://eigernature.com/-https://eigernature.com/
SEMARAKNEWS.CO.ID - EIGER Nature memperkuat pemulihan lingkungan di kawasan Puncak, Bogor, melalui pengembangan ekowisata. Program tersebut menggabungkan konservasi alam, petualangan, budaya, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Kawasan itu sebelumnya dikenal sebagai EIGER Adventure Land. Perubahan nama dilakukan bersamaan dengan penataan ulang arah pengelolaan. EIGER Nature menyatakan pendekatan baru tersebut tidak berhenti pada identitas, tetapi berfokus pada hubungan antara wisata, alam, budaya, dan masyarakat.
Dalam rangka pemulihan lingkungan, PT Eigerindo MPI melakukan pemulihan lahan kritis seluas 73,23 hektare di area PTPN I Regional 2. Perusahaan juga menyebut telah menanam lebih dari 120 ribu pohon serta sekitar 8 juta semak dan tanaman penutup tanah.
Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan perusahaan ingin membangun ekowisata yang memberi manfaat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan setelah pemerintah mencabut sanksi administratif terhadap PT Eigerindo MPI melalui keputusan tertanggal 22 November 2025.
Di kawasan Puncak, lebih dari 90 persen lahan yang dikelola untuk kegiatan ekowisata disebut telah kembali hijau. Tutupan tersebut terdiri atas pepohonan, perdu, dan semak. Pengelola juga melakukan pendataan keanekaragaman hayati serta menerapkan pengelolaan air dan lingkungan secara berkelanjutan.
Untuk area Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango seluas 253,66 hektare, EIGER Nature menyebut pemanfaatannya mengacu pada IUPSWA. Koefisien dasar bangunan yang digunakan diklaim 0,15 persen, jauh di bawah batas maksimal 10 persen.
EIGER Nature membawa konsep 7E Ekowisata, yakni Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment. Melalui konsep tersebut, kunjungan diharapkan tidak hanya menjadi rekreasi, tetapi juga memberi pemahaman baru mengenai alam, budaya, serta masyarakat sekitar.
Pengelola menyebut pemanfaatan kawasan dilakukan dengan mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Untuk area PTPN, sejumlah dokumen tata ruang, lingkungan, dan bangunan telah diterbitkan melalui pemerintah daerah maupun sistem OSS. Proses perizinan kawasan itu berlangsung sejak 2018.
Transformasi menjadi EIGER Nature juga diarahkan agar wisatawan tidak hanya menikmati lanskap Puncak. Melalui pendekatan 7E Ekowisata, pengunjung diharapkan memahami konservasi, budaya, dan peran masyarakat dalam menjaga kawasan. Pengelola menyatakan terbuka untuk berdialog dengan pihak yang memiliki perhatian terhadap lingkungan.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-