Siswi Korban Keracunan MBG Dibawa ke RSCM, Menteri Kesehatan Janji Bongkar Penyebab Hilang Ingatan
Siswi korban keracunan MBG di Karo dirujuk ke RSCM setelah mengalami gangguan ingatan. Menkes menyebut pemeriksaan melibatkan banyak dokter.-Foto: Dok. Sekretariat Wakil Presiden-
JAKARTA, Semaraknews.co.id -- Siswi SMK Swasta Bersama di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, FP, yang diduga mengalami gangguan ingatan setelah menjadi korban keracunan makanan bergizi gratis atau MBG, kini harus menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM, Jakarta.
FP sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, Medan. Ia kemudian dirujuk ke Jakarta agar mendapat pemeriksaan dan penanganan yang lebih lengkap. Pemerintah kini mencoba mencari tahu apakah gangguan ingatan yang dialami FP memang berkaitan dengan insiden keracunan MBG yang terjadi pada Agustus lalu.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan RSCM memiliki tim dokter dengan kemampuan yang lebih lengkap untuk menangani kondisi FP. "RSCM memiliki kemampuan dokter-dokternya yang jauh lebih lengkap dibandingkan Rumah Sakit Adam Malik," kata Budi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 14 September 2026.
Di RSCM, FP akan diperiksa oleh dokter saraf atau ahli neurologi untuk melihat kondisi sistem sarafnya. Pemeriksaan juga melibatkan dokter spesialis psikiatri untuk mengetahui kondisi kejiwaan siswi tersebut.
Tak berhenti di situ, pemeriksaan FP juga akan melibatkan ketua kolegium anak. Dokter anak yang memiliki keahlian dalam menangani penyakit dalam turut dilibatkan untuk memastikan tidak ada persoalan medis lain yang menjadi penyebab gangguan ingatan tersebut.
BACA JUGA:Jangan Tunggu Bulu Sikat Gigi 'Gondrong', Kenali Tanda- tanda Sudah Menjadi Sarang Bakteri Berbahaya
Budi memperkirakan hasil pemeriksaan FP dapat diketahui dalam waktu sekitar dua hari. "Mereka sudah bekerja, seharusnya hasilnya sebentar lagi keluar," tuturnya.
Soal mengapa rumah sakit sebelumnya belum memberikan diagnosis yang jelas mengenai kondisi FP, Budi mengaku tidak mengetahui alasannya. Ia mengatakan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik sebenarnya sudah tersedia.
Namun, hasil tersebut belum disampaikan secara terbuka karena masih membutuhkan penguatan dari tim dokter RSCM. Budi memilih tidak mengambil kesimpulan sendiri sebelum para ahli memberikan penjelasan berdasarkan pemeriksaan medis.
"Saya tidak mau berspekulasi. Karena lebih baik ahli yang menjawab," ucapnya.
FP bukan satu-satunya korban dalam kasus keracunan MBG di Kabupaten Karo yang harus dibawa ke Jakarta. Ada pula APS, siswi SMA Negeri 1 Berastagi, yang dirujuk karena disebut mengalami gangguan pada ginjal setelah mengonsumsi MBG dalam kasus yang sama.
Keduanya merupakan bagian dari korban keracunan MBG di Kabupaten Karo pada 13 Agustus 2026. Makanan tersebut disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Karo Berastagi Sempajaya yang beroperasi di Markas Komando Distrik Militer 0205/Tanah Karo.
BACA JUGA:Mengapa Ada Warga Miskin Tak Menerima Bansos? Kemensos Ungkap Peran Desil Dalam Penetapan Prioritas Bantuan Sosial
Kasus ini akhirnya bukan cuma soal menu makan gratis yang dibagikan kepada siswa. Ketika program yang seharusnya membuat anak-anak kenyang dan sehat justru berujung pada keracunan hingga harus dirujuk ke Jakarta, pertanyaan mengenai keamanan, pengawasan, dan kualitas pelaksanaan MBG jelas tidak bisa ikut diberi makan gratis.
Kini, pemerintah tinggal menunggu hasil pemeriksaan para dokter. Sebab, sebelum sibuk menyebut programnya sukses, yang paling mendesak adalah memastikan korban mendapatkan diagnosis yang terang dan penanganan yang benar.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-