Presiden Prabowo Targetkan Dividen Danantara Rp200 Triliun, BUMN Klaim Keuntungan Hingga Akhir 2026
Presiden Prabowo Targetkan Dividen Danantara Rp200 Triliun, BUMN Klaim Keuntungan Hingga Akhir 2026-https://www.danantaraindonesia.co.id/-https://www.danantaraindonesia.co.id/
SEMERAKNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menargetkan dividen Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara mencapai Rp200 triliun pada akhir 2026. Target tersebut dihitung setelah dikurangi penyertaan modal negara atau PMN.
Prabowo menyampaikan target itu dalam acara “Presiden Prabowo Menjawab” pada 17 September 2026. Ia mengaitkannya dengan perubahan kinerja sejumlah badan usaha milik negara yang sebelumnya mengalami kerugian, lalu mencatatkan keuntungan setelah pembentukan Danantara.
Salah satu contoh yang disebut ialah PT Timah. Menurut Prabowo, keuntungan perusahaan pada semester I 2026 mencapai sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Enam BUMN lain juga disebut mengalami pertumbuhan laba. PT Semen Indonesia naik 408 persen, PT Pupuk Indonesia meningkat 252,8 persen, dan PT Pertamina tumbuh 86 persen secara tahunan pada semester I 2026.
Kenaikan juga disebut terjadi pada PT Pegadaian sebesar 84,4 persen, PT Pelabuhan Indonesia sebesar 60,4 persen, dan PT Perkebunan Nusantara sebesar 54,4 persen. Sumber tidak merinci nominal laba masing-masing perusahaan maupun durasi kerugian sebelum perubahan tersebut.
Prabowo menyebut dividen pada 2024 berada di angka Rp53 triliun. Nilainya kemudian meningkat menjadi Rp138 triliun pada 2025. Ia menilai perkembangan itu menunjukkan adanya peluang untuk mendorong setoran dividen lebih tinggi.
Presiden mengaitkan perubahan tersebut dengan kepemimpinan dan manajemen. Menurutnya, target besar dapat dicapai apabila pengelolaan dilakukan dengan niat yang benar, kepemimpinan yang kuat, dan kerja yang terukur.
Namun, target Rp200 triliun belum merupakan realisasi. Angka tersebut menjadi sasaran pemerintah untuk akhir 2026. Pencapaiannya masih bergantung pada kinerja BUMN, kondisi pasar, kebijakan investasi, dan keputusan terkait PMN.
Prabowo juga menyebut target itu ambisius. Karena itu, hasil akhir perlu dilihat berdasarkan laporan keuangan dan realisasi dividen resmi. Pemerintah belum memaparkan rincian pembagian target per perusahaan atau strategi operasional untuk mencapai angka tersebut.
Danantara, dividen BUMN, Prabowo Subianto, target Rp200 triliun, kinerja BUMN, PT Timah, laba BUMN, PMN
Presiden menyebut perubahan tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan yang berorientasi pada hasil. Namun, peningkatan laba tidak selalu berarti seluruh dana dapat langsung dibagikan sebagai dividen karena perusahaan tetap perlu memperhitungkan investasi, kewajiban, dan kebutuhan operasional.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-