Komnas HAM Desak Prabowo Turun Tangan, Konflik Papua Makin Panas dan Korban Terus Berjatuhan
Komnas HAM meminta Prabowo membentuk tim investigasi gabungan untuk mengusut konflik Papua dan memastikan fakta di balik rentetan korban.-Foto: TPNPB-OPM-
Dalam kasus tiga ASN, TPNPB-OPM juga mengklaim bertanggung jawab dan menuding para korban sebagai agen intelijen militer pemerintah. Klaim tersebut menjadi bagian dari versi yang beredar mengenai alasan penembakan, sementara pihak lain memberikan keterangan berbeda mengenai pelaku dan latar belakang kejadian.
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan pihaknya tidak membedakan latar belakang profesi korban dalam aksi mereka.
“Kami tidak akan membedakan latar belakang profesi, termasuk sopir taksi, tukang ojek, dan aparatur sipil negara,” ujar Sebby, Rabu, 16 September 2026.
Di tengah silang sengkarut keterangan tersebut, tuntutan Komnas HAM sebenarnya cukup sederhana dalam kerangka investigasi. Fakta harus dicari, diverifikasi dan diuji melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebab kalau setiap kematian hanya berakhir sebagai perang pernyataan, Papua akan terus menjadi tempat di mana korban sudah punya nama, tetapi kebenaran tentang kematiannya masih sibuk diperebutkan.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-