Banjir Bandang Solok Telan 2 Nyawa, 480 Warga Mengungsi, 98 Rumah Porak-poranda

Banjir Bandang Solok Telan 2 Nyawa, 480 Warga Mengungsi, 98 Rumah Porak-poranda

Banjir bandang Solok menewaskan dua orang, melukai empat warga, merusak 98 rumah dan memaksa sekitar 480 orang mengungsi.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB melaporkan satu korban tambahan meninggal dunia akibat banjir bandang yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin, 21 September 2026. Korban tersebut sebelumnya dilaporkan hilang dan baru ditemukan pada Jumat, 25 September 2026.

"Dengan ditemukannya korban tersebut, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang Kabupaten Solok menjadi dua orang," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Sabtu, 26 September 2026.

Dua korban meninggal masing-masing berinisial DA, 21 tahun, dan A, 59 tahun. Setelah keduanya ditemukan, operasi pencarian dinyatakan berakhir. Fokus penanganan kini bergeser ke pekerjaan yang tak kalah melelahkan, yakni membersihkan material banjir dan memulihkan wilayah yang porak-poranda.

"Penanganan selanjutnya difokuskan pada pembersihan serta pemulihan wilayah terdampak," ujar Berton.

BACA JUGA:300 Hektare Hutan Seblat Disikat Sawit Ilegal, Ranjau Gajah Ikut Ditemukan!

Banjir bandang menerjang Kabupaten Solok pada Senin malam sekitar pukul 19.45 WIB. Hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut hingga membuat debit sejumlah sungai meningkat, termasuk Sungai Batang Laso. Pada saat bersamaan, longsor terjadi di perbukitan sekitar aliran sungai.

Pasir, batu, lumpur dan air kemudian turun bersama-sama menerjang Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta permukiman warga di sekitarnya. Luapan material banjir bahkan sempat mencapai badan Jalan Raya Solok–Padang yang berada tak jauh dari kawasan perkantoran pemerintah daerah.

Bencana tersebut tak cuma meninggalkan lumpur di halaman rumah dan kantor. Empat warga mengalami luka-luka. Tiga orang mengalami luka ringan, sementara satu korban mengalami luka berat dan sempat mendapat perawatan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang.

Kerusakan juga menghantam fasilitas pemerintahan. Sebanyak 12 gedung perkantoran terdampak, dengan enam gedung mengalami kerusakan berat dan enam lainnya mengalami kerusakan ringan.

Di kawasan permukiman, sementara tercatat 98 rumah terdampak. Sebanyak 19 rumah rusak berat, 16 rusak sedang, 52 rusak ringan, delapan rumah terendam, dan tiga rumah berada dalam kondisi rawan.

Banjir bandang juga menghantam kendaraan warga. Sebanyak tujuh kendaraan roda empat terdampak, sementara pendataan kendaraan roda dua masih berlangsung. Di sektor pertanian, sekitar 57 hektare lahan diperkirakan ikut terdampak, terdiri atas 42 hektare sawah dan 15 hektare lahan kering.

BACA JUGA:Netanyahu Naik Mimbar, Delegasi RI Angkat Kaki dari PBB, Solidaritas Palestina Kembali Ditegaskan

Infrastruktur tak luput dari terjangan. Lima ruas jalan dan dua jembatan terdampak bencana. Gangguan jaringan air bersih juga terjadi di lima kompleks perumahan sehingga pemulihan jaringan dan penyediaan tandon air perlu dipercepat.

Sementara itu, sekitar 480 warga terpaksa mengungsi. Mereka tersebar di sejumlah lokasi, mulai dari rumah dinas Wakil Bupati, rumah dinas Bupati, rumah ladang, masjid, hingga tempat pengungsian yang dibangun secara mandiri.

Setelah operasi pencarian ditutup, tim gabungan melanjutkan pekerjaan di lapangan. Material banjir dibersihkan, wilayah terdampak dipetakan, data kerusakan diolah dan jumlah pengungsi kembali didata.

PT PLN juga melakukan perbaikan terhadap jaringan listrik yang terputus. Sementara itu, unsur pekerjaan umum menangani jalur aliran sungai serta sejumlah infrastruktur yang terdampak banjir.

Pemulihan air bersih turut dikebut melalui perbaikan jaringan pipa yang rusak akibat material banjir bandang. Dukungan logistik dan peralatan dari dana siap pakai BNPB telah tiba pada 24 September 2026.

Bantuan tersebut terdiri atas 117 paket sembako, satu koli masaji, dua koli selimut, 50 koli family kit, 50 paket alat kebersihan, 50 helm rescue dan 50 pasang sepatu bot.

BNPB bersama pemerintah daerah kini mempercepat pendataan warga terdampak. Data yang dikumpulkan mencakup rumah rusak, jumlah pengungsi hingga kebutuhan dasar masyarakat.

Data tersebut nantinya dipadupadankan dengan data kependudukan. Tujuannya supaya bantuan tidak sekadar ramai di daftar distribusi, tetapi benar-benar sampai kepada warga yang memang terdampak.

Pemerintah Kabupaten Solok juga tengah menyiapkan Surat Keputusan Bupati yang memuat data rumah dengan tingkat kerusakan berat, sedang dan ringan. Sementara data estimasi untuk kebutuhan hunian sementara ditargetkan tersedia pada 28 September 2026.

Dua korban sudah ditemukan. Operasi pencarian pun selesai. Namun bagi ratusan warga yang rumahnya rusak dan harus mengungsi, bencana belum benar-benar berakhir. Setelah air dan lumpur surut, pekerjaan panjang bernama pemulihan baru dimulai.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya