Buku Sejarah Pemerintah Dikritik Habis-habisan, Arkeolog Sebut Klaim Nusantara sebagai Pusat Peradaban Bikin Mundur

Buku Sejarah Pemerintah Dikritik Habis-habisan, Arkeolog Sebut Klaim Nusantara sebagai Pusat Peradaban Bikin Mundur

Arkeolog Harry Truman Simanjuntak mengkritik buku sejarah pemerintah dan menilai klaim Nusantara sebagai pusat peradaban bermasalah secara akademik.-Foto: Antara-

Di sisi lain, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan proyek tersebut memang dirancang untuk mengubah paradigma lama dalam melihat sejarah Indonesia. Ia ingin sejarah tidak berhenti sebagai hafalan mengenai tanggal, tempat, dan nama tokoh.

“Namun instrumen untuk mengasah nalar kritis, memahami akar persoalan kontemporer, dan memetakan arah masa depan bangsa melalui ruang dialog yang sangat terbuka,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat, 4 September 2026.

Fadli mengatakan setiap jilid Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global disusun dengan pendekatan kronologis sekaligus tematik. Keseluruhan seri tersebut, menurut dia, dirancang untuk menggambarkan kesinambungan, perubahan, serta dinamika perjalanan bangsa Indonesia.

“Lima jilid pertama buku ini membawa pembaca menelusuri perjalanan panjang Nusantara sejak akar peradaban hingga terbentuknya kesadaran kebangsaan,” ujar Fadli.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya