“Itu corporal punishment, mungkin itu yang kami tidak setuju. Akan tetapi, saya sudah cek, Pak Dedi Mulyadi sudah sampaikan bahwa itu tidak ada. Lebih pada peningkatan satu kemampuan, keterampilan, dan produktivitasnya,” ujar Natalius.
Natalius Pigai menyebut program Dedi Mulyadi sebagai ide cemerlang untuk mengatasi berbagai masalah yang selama ini menghambat dunia pendidikan di Indonesia.
Ia menambahkan, jika program tersebut terbukti sukses, Kementerian HAM akan mengajukan surat rekomendasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar metode ini dijadikan bagian dari sistem pendidikan nasional.
Kategori :