Melihat kekacauan tersebut pemerintah Israel langsung merengek bantuan ke Amerika Serikat, mereka ingin sang sekutu turun tangan untuk berperang melawan Iran.
Apalagi Israel sudah enggak punya kekuatan lagi karena kalah amunisi.
BACA JUGA:Berlaku Sampai 26 Juni 2025: Promo Domino's Pizza Cheesy Meaty 2 Medium izza Diskon 45 Persen
Sayangnya permintaan tersebut mendapat pertentangan keras dari warga Paman Sam. Kabarnya 60% penduduk Amerika enggak ingin ikut campur soal urusan Israel.
Bahkan ribuan warga sampai menggelar demo di gedung putih demi mencegah Donald Trump membantu Zionis.
Penolakan rakyat Amerika dinilai wajar karena Iran sudah memberikan ultimatum.
Ayatollah ali khamenei diketahui memberikan kecaman kepada Amerika jika berani mengacakkan konflik.
BACA JUGA:Chery Lakukan Pengujian Ekstrem, Buktikan Komitmen Keselamatan Jangka Panjang
Iran tidak akan menyerah dan serangan Amerika Serikat dalam bentuk apapun akan menimbulkan konsekuensi serius yang tidak dapat mereka perbaiki, kecam pemimpin agung Iran.
Peringatan kepada rezim Donald Trump juga disampaikan pakar Uni Eropa Ellie Geranmayeh.
"begitu kotak Pandora ini dibuka kita tidak akan tahu arahnya. konflik itu kemungkinan besar akan menghabiskan sisa masa jabatan Presiden Trump." tegas Ellie.
2. Memicu Kemarahan Seketu Iran
BACA JUGA:JCO Rayakan HUT Jakarta! Beli 2 Minuman Favorit Ada Harga Spesial
desas-desus dukungan Amerika Serikat ke Israel langsung buat Iran murka.
Negeri paramologram dengan sifat Donald Trump yang ikut-ikutan di Timur Tengah, bahkan Rusia langsung memberikan peringatan kepada Amerika Serikat untuk enggak ikut campur.
"saya yakin akan baik bagi kita semua untuk bersama-sama mencari cara untuk menghentikan pertempuran dan mencari cara bagi para peserta konflik untuk menemukan kesepakatan selain itu kami juga meminta Amerika Serikat untuk enggan ikut campur dalam permasalahan tersebut." ucapnya.
Selain Rusia, Cina juga turut memberikan ancaman kepada Amerika Serikat.