Industri Aluminium Indonesia Didorong Adopsi Strategi Dekarbonisasi Hadapi Tekanan Global

Rabu 23-07-2025,14:47 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

BACA JUGA:Promo 2 Hari McD Khusus Pengguna Stiker Drive Thru: Beli 1 Gratis 1 Menu PaNas!

Saat ini, produksi aluminium Indonesia masih bergantung pada energi fosil, yang menghambat green value dalam ekspor. Padahal, pasar global kini menuntut produk ramah lingkungan, bukan sekadar nilai tambah industri.

“Produk dengan jejak karbon tinggi akan kesulitan menembus pasar premium. Karbon kini menjadi bagian dari harga komoditas global,” kata Katherine Hasan dari Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA). Ia menambahkan bahwa laporan ini menjadi panduan penting agar strategi hilirisasi nasional tidak tertinggal dalam konteks transisi energi global.

Dengan integrasi prinsip rendah karbon ke dalam kebijakan industri, Indonesia dapat menjaga momentum hilirisasi, meningkatkan penerimaan negara, serta memperkuat posisinya dalam rantai pasok global yang semakin selektif terhadap emisi karbon.

Kategori :