JAKARTA, SEMARKANEWS.CO.ID - Fenomena Gerhana Bulan Total atau yang populer disebut Blood Moon akan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia pada 7–8 September 2025.
Peristiwa langka ini dipastikan menjadi salah satu momen astronomi paling dinantikan tahun ini.
Observatorium Bosscha melalui akun Instagram resminya, Selasa (12/8), menyebutkan bahwa masyarakat berkesempatan menyaksikan langsung gerhana yang menjadikan Bulan tampak kemerahan tersebut.
BACA JUGA:Bocor ke Publik! Misi Rahasia SEAL AS di Korea Utara Tahun 2019 Berujung Tragis
Apa Itu Blood Moon?
Fenomena Blood Moon terjadi ketika posisi Bulan, Bumi, dan Matahari berada pada satu garis lurus, dengan Bumi berada di tengah.
Kondisi ini membuat cahaya Matahari yang biasanya menerangi Bulan terhalang Bumi.
Akan tetapi sebagian cahaya Matahari masih bisa menembus atmosfer Bumi dan dibelokkan menuju permukaan Bulan.
Karena cahaya merah memiliki panjang gelombang lebih panjang dibandingkan cahaya biru, warna merah inilah yang akhirnya mendominasi tampilan Bulan.
Hasilnya, Bulan tampak merah gelap, oranye, hingga tembaga, menyerupai warna darah.
BACA JUGA:Hantam Makau di Sidoarjo, Timnas Indonesia U-23 Berpeluang Lolos Piala Asia U-23?
Proses Terjadinya Gerhana Bulan Total
Gerhana Bulan Total berlangsung saat Bulan purnama sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti Bumi (umbra).
Alih-alih menghilang dalam kegelapan, Bulan justru berubah warna menjadi merah pekat.
Fenomena ini mirip dengan peristiwa saat Matahari tampak kemerahan ketika terbit atau terbenam.
Menurut NASA, selama gerhana total, seolah-olah seluruh matahari terbit dan matahari terbenam di dunia diproyeksikan ke permukaan Bulan.
BACA JUGA:Cara Akses Konten NekoPoi untuk Streaming Anime Jepang, Koleksi Lengkap dan Fitur Praktis