JAKARTA, Semaraknews.co.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming akhirnya buka suara soal reshuffle kabinet jilid II Presiden Prabowo Subianto. Meski keputusan itu mencopot Budi Arie Setiadi—teman dekat ayahnya, Jokowi—Gibran memilih pasang badan. Menurutnya, perombakan kabinet bukan asal bongkar pasang, melainkan langkah yang sudah “dihitung matang” oleh Prabowo demi kinerja mesin pemerintahan.
“Sudah benar-benar dihitung matang oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dari segala sisi, termasuk kinerja dan lain-lainnya,” ujar Gibran seusai panen perdana lobster di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Kepulauan Riau, kemarin.
Dengan gaya khasnya, Gibran juga minta publik ikut mendoakan agar wajah-wajah baru di Kabinet Merah Putih bisa bekerja maksimal.
“Agar pelayanan publik, mesin pemerintah itu bisa bekerja lebih optimal. Maka dari itu, kita doakan yang terbaik untuk para menteri, wamen, yang baru saja dilantik agar mereka-mereka ini bisa bekerja dengan baik,” katanya.
BACA JUGA:Keponakan Prabowo Mundur dari DPR Usai Ucapan Viral Soal Pengangguran Anak Muda
Prabowo memang akhirnya menepati isu reshuffle yang sudah bergulir sejak lama. Lima kursi menteri bergeser: Budi Gunawan (Menkopolkam), Sri Mulyani (Menkeu), Abdul Kadir Karding (Menaker Migran), Dito Ariotedjo (Menpora), dan Budi Arie Setiadi (Menkop).
Namun, tak semua pos langsung ada penggantinya. Ferry Juliantono naik kelas jadi Menteri Koperasi, Mukhtarudin jadi Menteri Pelindungan Pekerja Migran, dan Purbaya Yudhi Sadewa didapuk sebagai Menteri Keuangan.
Irfan Yusuf dan Dahnil Anzar Simanjuntak juga dilantik sebagai Menteri dan Wamen Haji dan Umrah. Tapi kursi Menpora masih kosong, sementara Menkopolkam cuma diisi ad interim oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
“Berkenaan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, jadi pengganti Menteri Pemuda dan Olahraga, kebetulan posisi sedang di luar kota sehingga tidak bisa mengikuti pelantikan pada sore hari ini,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi menambah drama reshuffle.
BACA JUGA:Berlaku Selama September 2025 Promo Genki Sushi: 16 Menu Baru Serba Rp 24.000 per Porsi
Reshuffle Bersambung?
Menurut analis CSIS Arya Fernandes, pola reshuffle kali ini justru bikin publik geleng-geleng. Biasanya reshuffle langsung menunjuk pengganti definitif, tapi kali ini malah menyisakan kursi kosong.
“Ada reshuffle lagi setelah ini. Bisa dalam waktu dekat, bisa beberapa waktu ke depan. Karena, ada pos-pos kementerian yang belum diisi. Kemungkinan, Presiden sedang mempersiapkan rencana lanjutan biar sekalian (mengumumkannya),” kata Arya kepada wartawan.
Arya menilai peliknya pemilihan menteri baru tak lepas dari besarnya kabinet Prabowo yang penuh dengan tarik-ulur kepentingan. Unsur politik masih kental: orang dekat Prabowo yang dapat posisi, sementara usulan partai kadang tak sinkron.
“Ada pembicaraan yang alot dengan partai terkait positioning. Mungkin terjadi ketidaksinkronan antara nama yang diusulkan partai dan apa yang dinginkan pemerintah. Untuk itu, situasinya menjadi cukup rumit,” jelas Arya.