JAKARTA, Semaraknews.co.id – Pakar telematika sekaligus mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, kembali bikin panas suasana. Kali ini, ia menembakkan kritik pedas ke arah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang dinilainya lamban dan “takluk” dalam mengeksekusi Silfester Matutina, terpidana kasus pencemaran nama baik yang putusannya sudah inkrah alias berkekuatan hukum tetap.
Roy tak segan memakai istilah menohok untuk menggambarkan kelambanan aparat penegak hukum. “Bener-bener jadi cacat bagi masyarakat, bagi negara ini. Jangan sampai Presiden Prabowo menanggung malu aparat di bawahnya kalau ada keputusan pengadilan yang sudah inkrah tapi tidak dijalankan. Jangan sampai Pak Jaksa Agung dikatakan ayam sayur,” tegas Roy Suryo belum lama ini.
Menurutnya, kasus Silfester bisa membuka preseden buruk. Bayangkan saja, seorang terpidana bebas berkeliaran tanpa tersentuh eksekusi, jelas bisa bikin publik kehilangan respek pada hukum dan membuka ruang “copycat” alias tiru-tiruan.
“Jangan sampai ulah Silfester Matutina ini nanti ditiru masyarakat. Dia ini putusannya sudah inkrah sampai ke kasasi dia kalah. Artinya dia malah tambah (hukumannya), dari satu tahun menjadi satu setengah tahun,” jelas Roy.
BACA JUGA:Polemik Ijazah Jokowi, Ade Armando Seret Nama PDIP, Anies, dan Demokrat Sebagai Dalangnya
Roy mengaku tak hanya berhenti pada omongan. Ia mengklaim sudah resmi mengirim surat ke Jaksa Agung, bersama para aktivis, untuk menuntut eksekusi segera. “Untuk kemudian, saya dengan kawan-kawan aktivis meminta kepada Kejaksaan Agung untuk tegas kemudian memenjarakan Silfester Matutina,” ujarnya.
Bagi Roy, ini bukan sekadar kasus satu orang, melainkan taruhan nama baik institusi hukum. “Jangan sampai NKRI kalah dengan seorang terpidana yang namanya Silfester Matutina.”
Gun Romli Ikut Menyulut Api
Kegeraman Roy Suryo ternyata sejalan dengan sorotan politikus PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli atau Gun Romli. Ia menyoroti Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan yang sudah tiga kali mangkir dari sidang praperadilan terkait eksekusi Silfester. Sikap ini membuat publik bertanya-tanya: ada apa sebenarnya?
Gun Romli bahkan terang-terangan menduga ada “tangan tak terlihat” yang sengaja melindungi Silfester, yang dikenal sebagai relawan Jokowi. “Ada apa dengan Kejaksaan? Tidak kunjung mengeksekusi Silfester. Digugat malah mangkir. Apa kejaksaan ingin menunjukkan dengan sengaja melindungi Silfester?” tulisnya di Instagram, Selasa, 16 September 2025.
Absennya Kejari Jaksel dalam sidang yang diajukan Aliansi Rakyat untuk Keadilan dan Kesejahteraan Indonesia (ARUKKI) itu makin menambah bahan bakar kecurigaan publik terhadap integritas lembaga hukum.
BACA JUGA:Komnas Tembakau Kritik Sebutan Pajak Firaun Purbaya: Cukai Rokok 57 Persen Itu Murah, Bukan Tinggi
Gun Romli sebelumnya juga mengangkat hal lain yang tak kalah bikin dahi berkerut. Ia mengingatkan publik bahwa Silfester seolah hidup di “zona nyaman” selama enam tahun meski statusnya terpidana. “Jangan-jangan Silfester Matutina ada di kawasan Sumber, Solo. Kalau memang begitu, kenapa Kejaksaan RI tidak bisa mengeksekusi?” kata Gun Romli.
Dengan sederet sorotan ini, bola panas kini jelas ada di tangan Kejaksaan Agung. Publik menunggu apakah Jaksa Agung bakal terus diam diteriaki “ayam sayur” atau menunjukkan taringnya dengan eksekusi yang selama ini mangkrak.