JAKARTA, Semaraknews.co.id –Pakar telematika Roy Suryo habis-habisan membedah jejak pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah muncul gugatan perdata yang dilayangkan warga bernama Subhan Palal. Bukan hanya menyoroti data di situs resmi KPU RI, Roy juga menguliti adanya perubahan riwayat pendidikan Gibran di laman resmi Bagian Protokol, Komunikasi, dan Administrasi Pimpinan (Prokompim) Sekretariat Daerah Kota Solo.
Menurut Roy, perubahan data itu bukan perkara kecil, bahkan ia menyebutnya fatal. “Saya bilang fatal, kenapa? Ini menjadi acuan dari situs resmi Pemerintah Kota Solo waktu itu,” kata Roy Suryo dalam tayangan kanal YouTube Forum Keadilan TV yang dipantau pada Rabu, 24 September 2025.
Seperti diketahui, Gibran pernah menjabat sebagai Wali Kota Solo sebelum akhirnya naik kelas menjadi wapres mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Dalam siniar tersebut, Roy bahkan menunjukkan tangkapan layar riwayat pendidikan Gibran di situs Prokompim Solo sebelum direvisi.
Menurutnya, data lama yang terpampang di situs resmi Pemkot Solo justru konsisten dengan informasi yang dulu sempat muncul di laman Wikipedia.
BACA JUGA:Direktur Travel Berjejer di Meja Periksa KPK dalam Dugaan Korupsi Kuota Haji
“2007 Gibran kemudian lulus dari ini MDIS (Management Development Institute of Singapore), kemudian baru dia masuk ke UTS (University of Technology Sydney, Insearch) pada tahun 2010. Enggak konsisten dengan ini kan?” beber Roy.
Ia kemudian mengaitkan perubahan data itu dengan jabatan Gibran sebagai wali kota Solo kala itu. “Tidak mungkin seenaknya staf-stafnya nulis ini kalau tidak ada dasar atau bahkan saya secara lebih ekstra mengatakan kalau tidak atas persetujuan Gibran. Enggak mungkin. Yang pasti Gibran marah toh,” ujar Roy.
Tak berhenti di situ, mantan Menpora era Presiden ke-6 RI SBY itu juga menyinggung bagaimana data pendidikan lama Gibran yang terpampang di situs Prokompim Solo sempat dijadikan rujukan oleh dua media online ternama. Namun artikel tersebut kemudian diturunkan alias di-take down. “Mereka mungkin mendapatkan sumber dari Prokompim ini kan,” ucapnya.
Roy lalu menampilkan infografis pendidikan Gibran yang pernah beredar di media nasional saat Pilpres 2024. Infografis itu menurutnya juga sempat salah sebelum akhirnya dikoreksi. “Sekarang tampilannya menyesuai sama persis kelihatannya tapi hanya data-data ini yang berubah,” kata Roy sambil menunjukkan bukti tangkapan layar lama dan yang sudah diperbarui.
BACA JUGA:BEM UGM: Pidato Prabowo di PBB Cuma Omon-omon
Selain Prokompim, Roy juga menyoroti kejanggalan data pendidikan Gibran yang termuat di laman resmi Sekretariat Negara. Menurutnya, jika ada kesalahan pada dokumen negara sekelas Setneg, maka itu jelas sangat serius. “Ini data resmi negara loh, Sekretaris Negara. Kenapa bisa melakukan kesalahan? Kalaupun ini kesalahan, fatal,” tegas Roy.