Rocky Gerung Ramal Pilpres 2029: Anak Jadi Presiden Bapak Jadi Wakil

Rabu 24-09-2025,14:38 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Panggung politik tanah air kembali diguncang analisis Rocky Gerung yang selalu lihai memancing riuh. Kali ini ia melempar prediksi yang bikin dahi berkerut sekaligus memantik debat panjang. Bayangkan saja, menurut Rocky, Gibran Rakabuming Raka bisa maju sebagai calon presiden di Pemilu 2029 dengan pendamping istimewa yang tak lain adalah ayahnya sendiri, Joko Widodo, sebagai calon wakil presiden.

Dalam diskusi panas di kanal Rakyat Bersuara pada Senin, 23 September 2024, Rocky dengan gaya provokatifnya yang khas menegaskan bahwa skenario anak jadi bos bapak bukanlah hal mustahil. “Gibran jadi presiden, Jokowi jadi wakil presiden. Sah secara undang-undang dasar. Tidak ada masalah,” ujarnya.

Menurut Rocky, wacana ini bukan sekadar guyonan politik. Justru ia melihatnya sebagai refleksi realitas kekuasaan di Indonesia yang mampu membuat hal mustahil jadi nyata. Lebih dari sekadar sah secara hukum, Rocky mencium adanya strategi besar di balik formasi ini, yakni perlindungan politik bagi Jokowi setelah turun dari kursi presiden.

Rocky menilai, menempatkan Gibran sebagai presiden adalah cara paling aman untuk memastikan Jokowi tetap terlindungi dari potensi masalah hukum hingga polemik politik. Mulai dari isu dugaan pelanggaran HAM, beban utang politik, sampai polemik ijazah yang pernah bikin heboh. Dengan menjadi wakil presiden, Jokowi bukan hanya menjaga legacy-nya, tapi juga aman dari tekanan pasca-lengser.

BACA JUGA:Jejak Pendidikan Gibran Berubah-ubah, Roy Suryo Bilang Fatal, Bukan Typo Biasa

“Jokowi hanya bisa bersembunyi kalau yang menyembunyikan dia adalah Gibran,” kata Rocky, menyiratkan ketergantungan politik yang nyaris mutlak antara ayah dan anak ini.

Namun, di luar legalitas konstitusional, prediksi Rocky jelas menabrak dinding etika dan budaya politik Indonesia. Sulit dibayangkan norma ketimuran menerima kondisi di mana seorang ayah justru menjadi bawahan anaknya. “Kalau anak menjadikan ayahnya wakil, itu melanggar adat ketimuran. Secara etika politik juga sulit diterima,” ujar salah seorang peserta diskusi, mewakili keresahan publik.

Isu nepotisme pun otomatis menyeruak. Duet ayah-anak ini dianggap kental dengan praktik politik dinasti, mencederai semangat demokrasi yang idealnya bertumpu pada kompetensi, bukan darah keturunan.

Yang membuat prediksi Rocky semakin kontradiktif adalah sikap politik Jokowi belakangan ini. Alih-alih mempersiapkan jalan bersama Gibran, Jokowi justru mendorong relawannya untuk mendukung penuh duet Prabowo-Gibran, bahkan memberi sinyal agar Prabowo melanjutkan kepemimpinan hingga periode kedua.

BACA JUGA:Ikuti Perintah Presiden Prabowo, Kementerian Haji dan Umrah Siapkan Strategi Tekan Biaya Haji 2025

Meski begitu, Rocky tetap bergeming. Baginya, politik Indonesia adalah panggung penuh kejutan dan sering melahirkan drama tak terduga. Ia bahkan menutup analisisnya dengan tantangan seolah ingin menguji waktu. “Tagih saya nanti di 2029,” ucapnya penuh keyakinan.

Kategori :