Istana Ngotot MBG Jalan Terus, Anak Sekolah Dibiarkan Jadi Kelinci Percobaan

Kamis 25-09-2025,14:45 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Istana akhirnya buka mulut juga soal desakan publik yang semakin keras agar program Makan Bergizi Gratis alias MBG dihentikan sementara. Meski berulang kali makan siang gratis itu bikin anak-anak keracunan bahkan ditemukan ada belatung di dalamnya, pemerintah tetap ngegas. Tidak ada kata berhenti, program tetap jalan terus.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro bilang pemerintah tidak tutup kuping atas kritik. Hanya saja, menurutnya cara yang diambil bukan moratorium total melainkan perbaikan sambil jalan.

“Beberapa aspirasi dari berbagai kalangan yang minta ada evaluasi total, ada pemberhentian sementara, ada juga sambil jalan kita perbaiki tapi tidak perlu menghentikan secara total. Tentu ini akan menjadi masukan yang baik buat pemerintah,” kata Juri di Kemensetneg, Jakarta, Rabu, 24 September 2025.

Pernyataan ini seperti jawaban langsung atas tragedi Bandung Barat yang sampai ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa keracunan MBG. Ratusan siswa tumbang, tapi pemerintah menegaskan tetap jalan terus.

BACA JUGA:Dari Solo ke Singapura Lalu ke Sydney, Jejak Pendidikan Gibran Bikin Publik Garuk Kepala

“Sampai hari ini MBG akan tetap jalan dan masalah-masalah yang terjadi segera akan diatasi, dievaluasi, dicari jalan keluar sehingga seperti kata pak presiden MBG betul-betul menjadi program yang memang dibutuhkan anak-anak,” tegas Juri.

Juri menambahkan Presiden Prabowo Subianto sudah kasih instruksi ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperketat pengawasan. “BGN sudah diberi arahan dari Pak Presiden untuk memitigasi masalah yang terjadi juga untuk menutup ruang masalah-masalah baru yang mungkin terjadi sehingga bisa segera diatasi,” jelasnya.

Menurut Juri, kasus-kasus keracunan tidak boleh jadi alasan buat menghentikan program yang dianggap mulia ini. “Kita menyelamatkan program yang baik ini karena program ini dibutuhkan oleh anak-anak kita, oleh masyarakat kita sehingga jangan sampai terjadi demoralisasi dalam program ini karena kasus-kasus itu,” katanya.

Tapi suara dari lapangan tidak sesantai itu. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) malah menuntut moratorium total. Mereka menilai pelaksanaan MBG di lapangan amburadul dan membahayakan nyawa siswa. “FSGI mencatat tragedi keracunan hampir 6.000 peserta didik, makanan terdapat belatung/kecoa, ukuran makanan yang minim dan tak layak gizi, hingga potensi korupsi,” ungkap Sekjen FSGI, Fahriza Marta Tanjung.

BACA JUGA:Sahroni Hitung-hitungan Usai Dijarah, Katanya Rugi Rp 80 Miliar

Fahriza bahkan menyamakan melanjutkan MBG tanpa evaluasi menyeluruh dengan menunggu giliran anak sekolah keracunan. “MBG harus segera dievaluasi total… selama proses evaluasi, program MBG harus dimoratorium dahulu. Ini soal menunggu giliran keracunan saja setiap daerah,” tegasnya.

Ironisnya, di tengah segala kekacauan itu, pemerintah dan DPR malah mengesahkan kenaikan anggaran MBG secara gila-gilaan. Dari Rp 71 triliun tahun ini, naik jadi Rp 335 triliun di 2026. Ketua Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti menilai ini kebijakan yang ngawur. “Jangan mengejar target capaian jumlah tapi mengabaikan keselamatan anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Kategori :