Sahroni Hitung-hitungan Usai Dijarah, Katanya Rugi Rp 80 Miliar

Sahroni Hitung-hitungan Usai Dijarah, Katanya Rugi Rp 80 Miliar

Ahmad Sahroni klaim rugi Rp 80 miliar usai rumahnya dijarah. Dari mobil mewah sampai koleksi Iron Man raib di tengah demonstrasi rusuh.-Foto: IG @ahmadsahronicenter_official-

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Perkiraan kerugian akibat penjarahan rumah politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni ternyata bukan kaleng-kaleng. Angkanya diperkirakan tembus puluhan miliar rupiah. Estimasi itu disampaikan langsung oleh Sahroni saat melapor ke polisi terkait penjarahan sekaligus perusakan rumahnya.

Tabroni, staf pribadi Sahroni, menyebut laporan polisi dibuat sekitar dua hari setelah massa mendobrak masuk ke rumah bos Ferrari itu di Jalan Swasembada Timur XXII, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penjarahan terjadi pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

Dalam laporan itu, Sahroni memperkirakan kerugian awal mencapai Rp 80 miliar. “Dari perkiraan yang dirugikan itu sekitar Rp 80 miliar,” kata Tabroni kepada wartawan di kawasan rumah Sahroni pada Rabu, 24 September 2025.

Kerugian bukan hanya soal uang tunai yang raib. Lima mobil mewah ikut rusak, mulai dari Porsche 356, Lexus RZ, Mustang Fastback, sampai dua unit Tesla. Koleksi miniatur Iron Man ukuran manusia ikut raib, begitu juga aksesori mahal macam jam tangan. Rumah yang dulu jadi simbol sukses seorang legislator tajir itu kini porak-poranda.

BACA JUGA:Jejak Pendidikan Gibran Berubah-ubah, Roy Suryo Bilang Fatal, Bukan Typo Biasa

Tabroni bilang ada sebagian barang yang sempat dikembalikan warga, meski tak semua kembali mulus. Beberapa jam tangan yang sempat hilang, misalnya, balik dalam kondisi rusak. Sementara itu, polisi menahan pembersihan rumah dengan alasan barang-barang yang berserakan masih masuk kategori barang bukti.

“Karena ini dalam rangka penyelidikan dan lidik, mereka menunggu arahan dari Kejaksaan terlebih dahulu apakah sudah bisa dibersihkan atau tidak. Ini berkaitan dengan barang bukti,” tutur Tabroni.

Kini, serpihan kaca, obat-obatan pribadi, buku, hingga piala penghargaan masih berserakan di rumah Sahroni. Foto keluarga ikut berantakan di lantai. Sahal Tarmizi, petugas keamanan rumah, mengatakan sang politikus sempat datang sekali pada awal September untuk mengecek kondisi rumah.

“Mungkin beliau mau mengecek atau melihat situasi dan kondisi kediamannya seperti apa,” kata Sahal. Meski tak mengucap sepatah kata, Sahal melihat ekspresi sedih di wajah majikannya. “Saya melihat, siapa sih yang enggak sedih dan kecewa hasil kerja kerasnya selama ini sebagian rusak,” ucapnya.

BACA JUGA:BEM UGM: Pidato Prabowo di PBB Cuma Omon-omon

Warga sekitar pun sempat menutup akses gang menuju rumah Sahroni pasca-penjarahan. Ketua RT setempat, Yuridisman, bilang portal sengaja dipasang untuk mencegah orang asing keluar masuk. Kini portal itu sudah dicabut dan suasana gang kembali normal. “Saat ini sudah kembali normal,” ujarnya.

Penjarahan rumah Sahroni terjadi di tengah demonstrasi besar yang meluas jadi kerusuhan pada akhir Agustus 2025. Salah satu tuntutan massa waktu itu adalah pembubaran DPR, buntut kemarahan rakyat atas gaji dan tunjangan jumbo legislator di tengah kondisi ekonomi seret.

Sahroni sendiri ikut jadi sasaran karena pernyataannya yang menyinggung publik. Ia sempat menyebut desakan pembubaran DPR sebagai langkah keliru dari orang yang punya mental tolol. Tak lama setelah pernyataan itu, Partai NasDem menonaktifkan Sahroni sebagai anggota DPR.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya